Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Jelang Akhir Tahun, TPID Sumut Jaga Pasokan Pangan

- Rabu, 07 Desember 2016 02:14 WIB
360 view
Medan (SIB)- Menjelang akhir tahun 2016, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara terus meningkatkan koordinasi untuk menjaga pasokan bahan pangan sejalan dengan meningkatnya permintaan terkait perayaan Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Difi Ahmad Johansyah dalam siaran persnya, Senin (5/ 12) mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari roadmap pengendalian inflasi dalam jangka pendek dan menengah untuk mengarahkan inflasi sesuai sasaran yang ditetapkan pada tahun mendatang.

"Menjelang akhir tahun 2016, tekanan inflasi Sumatera Utara masih tetap tinggi meski sudah menurun dibanding dua bulan sebelumnya," kata Difi. Dia menyebut inflasi November tercatat 0,76 % (mtm), menurun dibanding dua periode berturut turut sebelumnya yang mencatatkan inflasi di atas 1%. Realisasi inflasi ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi nasional yang hanya tercatat 0,47 % (mtm).

Realisasi inflasi ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan rataan historisnya dalam 10 tahun terakhir yang hanya tercatat 0,49 % (mtm). Secara tahunan inflasi Sumut meningkat menjadi 7,65 % atau 6,13 % (ytd). Masih tingginya tekanan inflasi pada bulan November 2016 didorong oleh tingginya tekanan inflasi Volatile Foods yang secara bulanan mereda. Ia menambahkan, inflasi volatile foods pada bulan November 2016 menurun dari 3,57% (mtm) pada bulan sebelumnya menjadi 1,97 % (mtm).

Penurunan tekanan inflasi ini terutama didorong oleh meredanya tekanan inflasi dari kelompok bumbu-bumbuan yang menurun dari 19,71% (mtm) menjadi 13,38 %(mtm). Hal tersebut tidak terlepas dari mulai meredanya gejolak harga cabai merah sehingga magnitude kenaikannya tidak setinggi bulan sebelumnya yang mencapai 36,40 %.

Secara tahunan, katanya, tekanan inflasi dari kelompok ini masih tinggi menjadi 18,5 % atau sedikit meningkat dibanding bulan sebelumnya. Terbatasnya cabai merah di sentra produksi akibat masih berdampak Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menye-babkan harga cabai merah masih tinggi.

Kenaikan harga cabai merah juga diikuti dengan kenaikan harga cabai rawit sebagai komoditas substitusi. Sementara itu, berakhirnya periode panen bawang merah di beberapa sentra produksi juga turut mendorong kenaikan harga. Pantauan SIB, Senin (5/12), menjelang tutup tahun, harga bahan pangan khususnya cabai merah masih Rp73.000- Rp75.000 per Kg, turun sedikit dibanding hari-hari sebelumnya yang mencapai Rp85.000 per Kg.

Harga cabai rawit mencapai Rp60.000 per Kg, bawang merah Rp32.000-Rp40.000 per Kg, tergantung jenis bawang lokal atau tidak. Harga tomat relatif bertahan di posisi Rp10.000 per Kg. Sedangkan harga bawang putih Rp36.000 per Kg. Selain itu, harga sayur mayur juga mengalami kenaikan signifikan seperti terong ungu dan kacang panjang Rp10.000 per Kg. Harga telur ayam Eropa variatif Rp1.100 - Rp1.300 per butir, telur bebek dan ayam kampung Rp2.500 per butir. (A2/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak