Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 11 Mei 2026

Gubsu: HIPMI Perguruan Tinggi Diharapkan Mampu Mencetak Kader-kader Entrepreneur

- Senin, 24 Juli 2017 21:12 WIB
778 view
Gubsu: HIPMI Perguruan Tinggi Diharapkan Mampu Mencetak Kader-kader Entrepreneur
Medan (SIB) -Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi mengatakan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi diharapkan mampu mencetak kader-kader entrepreneur. Jumlah entrepreneur harus banyak seperti di Singapura 7 persen dari jumlah penduduk, Malaysia 5 persen sementara Indonesia saat ini hanya 2 persen.

"HIPMI PT ini sangat tepat untuk melahirkan pengusaha-pengusaha muda sehingga setelah tamat tidak perlu memikirkan kerja dimana atau ingin jadi PNS. Karena banyak adek-adek mahasiswa setelah tamat bingung cari kerja. Nasihat saya harus bangun pagi dan semangat. Lihat tukang bakso saja banyak menghasilkan uang dengan penghasilan halal, kata Erry yang membuka rapat kerja nasional (Rakernas) HIPMI Perguruan Tinggi di kampus Unimed, Sabtu (22/7).

Dikatakannya, seperti memelihara ayam telur akan bisa menghasilkan uang. Juga kacang kedelai kita masih import. Karenanya modal utama bukan uang tapi semangat dan banyak baca buku. Jadilah pengusaha yang jujur. Pengusaha adalah tugas yang sangat mulia.

Pempropsu telah mendorong PT Bank Sumut bisa memberikan kredit murah bagi para pengusaha pemula. Dan kemarin sudah di launching bersama HIPMI berupa kredit khusus bagi pengusaha pemula dengan bunga 6,9 persen.

Menjawab wartawan, Gubsu  mengatakan, paradigma selama ini yang mengatakan, tamat dari perguruan tinggi ingin mencari lapangan kerja harus dibalik, bagaimana setelah tamat dari perguruan tinggi itu justru bisa membuka peluang kerja atau jadi pengusaha, walaupun dimulai dari kecil-kecilan. Karena tidak ada yang besar tanpa dimulai dari yang kecil.

Sementara Wakil Ketua MPR RI Dr HM Hidayat Nur Wahid MA pada Rakernas itu menjelaskan 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Dikatakannya sosialisasi ini agar anak-anak muda kita dan pengusaha serta tokoh masyarakat lainnya paham betul tentang Indonesia.

Kalau kita paham betul tentang Pancasila, UUD 1945 dan NKRI serta Bhinneka Tunggal Ika dan ini merupakan perjuangan dari seluruh komponen warga bangsa Indonesia, Insya Allah akan menghadirkan cinta kepada Indonesia dan karenanya tidak memerlukan cara-cara radikalisme, terorisme, liberalisme, sparatisme, komunisme, atheisme tidak akan jadi pilihan.

"Itulah sebabnya maka kita lakukan sosialisasi, betapa agungnya Indonesia kita ini dan merupakan warisan perjuangan dari pada ulama dan pejuang kita. Sewajarnya kita mensyukuri dengan melanjutkan segala kebaikan yang telah mereka perjuangkan itu," katanya. (A01/l)  
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru