Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Dirjen Pajak Tantang Siapa Saja yang Bisa Naikkan Tax Ratio Jadi 14%

- Sabtu, 14 Juni 2014 13:22 WIB
259 view
 Dirjen Pajak Tantang Siapa Saja yang Bisa Naikkan Tax Ratio Jadi 14%
Jakarta (SIB)- Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany mengeluhkan kapasitas lembaganya yang tak kunjung diperbesar. Ia pun menantang siapa saja yang bisa meningkatkan rasio pajak terhadap produk domestik bruto (PDB) atau tax ratio menjadi 14% dengan kondisi seperti sekarang.

"Cari dirjen baru, bisa nggak? Bisa nggak sampai tax ratio 14%? Ayo, ada yang bisa naikin nggak tax ratio itu ke 14%?" tegas Fuad seperti dikutip Jumat (13/6).

Saat ini, tax ratio Indonesia masih berada di kisaran 12%. Selama ini, menurut Fuad, kebanyakan pihak hanya berbicara target penerimaan pajak. Padahal yang harus dipahami sebagai dasar penerimaan pajak adalah tax ratio.

"Jangan ngomong target. Kalau target tercapai, tapi tax ratio masih 12% ya percuma," sebutnya.

Keberanian Fuad untuk mengungkapkan hal tersebut didasari pada lemahnya kapasitas organisasi Ditjen Pajak. Terutama dari jumlah petugas pajak yang masih sangat kurang untuk menjangkau para wajib pajak.

"Untuk mencapai itu, kapasitas Ditjen Pajak harus diperbesar. Nggak bisa nggak," tuturnya.

Dengan peningkatan kapasitas, maka secara otomatis jangkauan pajak akan menjadi lebih luas. Tidak seperti saat ini, hanya mampu meraup 30% dari total aktivitas perekonomian di dalam negeri.

Bahkan wilayah seperti Papua dengan aktivitas pertambangan yang tinggi, hanya diawasi oleh satu kantor wilayah. Begitu pun dengan Sulawesi yang cuma memiliki 2 kanwil di tengah banyaknya perusahaan tambang dan perkebunan.

"Sekarang itu cuma 30% dari ekonomi kita. Akhirnya ya ke situ-situ lagi. Kasihan juga, sudah setor pajak terus kita kejar-kejar lagi," katanya. (detikfinance/h)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru