Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026
RI Ditargetkan Jadi Negara Industri Tangguh 2035

6 Industri Jadi Andalan Masa Depan

- Senin, 16 Juni 2014 14:50 WIB
237 view
 6 Industri Jadi Andalan Masa Depan
Kuta (SIB)- Indonesia ditargetkan menjadi negara industri tangguh pada 2035 dengan kontribusi sebesar 29 persen dari produk domestik bruto (PDB).

"Pembangunan industri menjadi sangat penting untuk memberi nilai tambah, penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan rakyat," kata Sekjen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Anshari Bukhari, di Kuta, Bali, Sabtu.

Pada forum diskusi kelompok (FGD) tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) itu, ia mengatakan kendati Indonesia merupakan negara agraris, tetap diperlukan pembangunan industri untuk memberi nilai tambah pada produk pertanian, agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di samping penyediaan lapangan kerja.

"Negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang sekalipun, tetap mengembangkan pertaniannya untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negerinya," ujar Anshari.

Namun, tambahnya, untuk menjadi negara maju mereka membangun industrinya, sehingga kini yang bekerja di sektor pertanian hanya sekitar tiga persen di Amerika Serikat dan beberapa persen saja di Jepang.

Oleh karena itu, Anshari menilai pembangunan industri nasional ke depan harus mendapat perhatian yang serius dengan keterlibatan pemerintah yang lebih intensif, tidak hanya pada kebijakan tapi juga pembangunan sarana dan prasarana.

Selama ini, lanjut dia,  banyak pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan industri dibangun oleh swasta. "Ke depan, peran pemerintah harus betul-betul berperan dalam pembangunan industri, bukan hanya diserahkan pada mekanisme pasar," kata Anshari.

Ia mengatakan konsep keterlibatan pemerintah yang lebih intensif dalam pembangunan industri itu tertuang dalam Undang-Undang No.3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

UU Perindustrian yang akan dilengkapi dengan enam rancangan peraturan pemerintah (RPP), lima peraturan presiden, dan 14 peraturan menperin itu, antara lain pemerintah akan membangun kawasan industri yang selama ini diserahkan ke swasta, serta pembangunan infrastruktur termasuk jalan, pelabuhan dan energi.

Dengan cara itu, pihaknya berharap pada 2035, struktur industri nasional semakin kuat, berdaya saing tinggi di tingkat global, dan berbasis inovasi dan teknologi tinggi.

ANDALAN MASA DEPAN

Enam kelompok industri nonmigas menjadi andalan masa depan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara industri tangguh yang mampu bersaing di kancah internasional.

"Ada enam (kelompok) industri yang penting untuk mendukung visi dan misi pembangunan industri nasional," kata Anshari Bukhari.

Enam kelompok industri tersebut adalah industri pangan, industri farmasi, kosmetik dan alas kaki, industri tekstil, alas kaki dan aneka, kemudian industri alat transportasi, industri elektronika dan telematika, serta industri pembangkit listrik.

"Industri yang menjadi andalan itu dipilih karena ada kaitannya dengan kebutuhan dalam negeri dalam jangka panjang dan potensinya memang kita (Indonesia) miliki," ujar Anshari.

Selain itu, kata dia, juga ada  kebutuhan penyediaan lapangan pekerjaan.

Ia menjelaskan ada tiga ciri yang menjadi sasaran untuk mewujudkan negara industri tangguh yang dicanangkan dalam RIPIN yaitu pertama struktur industri nasional yang kuat, berkedalaman, sehat dan berkeadilan.

Kedua, industri yang berdaya saing tinggi di tingkat global dan industri yang berbasis teknologi dan inovasi.

"Industri pangan, tekstil dan alas kaki serta industri farmasi dan alat kesehatan maupun industri pembangkit energi sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," tuturnya.

Demikian pula dengan industri elektronika dan telematika, serta industri alat transportasi, lanjut dia, dibutuhkan di dalam negeri untuk menunjang konektivitas, di samping penyerapan dan peningkatan penguasaan teknologi dan inovasi.

"Dengan adanya RIPIN, maka ada kepastian bagi kalangan pengusaha tentang industri yang dikembangkan, dukungan dan kebijakan yang diperlukan, serta dukungan lainnya dari kementerian lain," ujar Anshari.

Industri lainnya di luar enam kelompok andalan, seperti industri barang modal, komponen dan bahan penolong serta aksesoris masuk dalam industri pendukung.

Sementara industri hulu agro, hulu mineral tambang, migas dan batubara, masuk dalam industri hulu yang akan dihilirisasi agar memberi nilai tambah. (Ant/q)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru