Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

BI: Pemotongan Belanja Negara Pengaruhi Ekonomi

- Rabu, 18 Juni 2014 22:35 WIB
269 view
BI: Pemotongan Belanja Negara Pengaruhi Ekonomi
Jakarta (SIB)- Badan Anggaran DPR telah menyetujui pemotongan belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 43 triliun. Lebih rendah dibandingkan usulan awal yaitu Rp 100 triliun.

Bank Indonesia (BI) menilai penghematan ini akan mempengaruhi kinerja pertumbuhan ekonomi. "Penghematan APBN ini akan mempengaruhi ekonomi kita. Secara keseluruhan, tahun ini kita prediksi (pertumbuhan ekonomi) hanya 5,15%," kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung kala ditemui di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Selasa (17/6).

Belanja pemerintah, lanjut Juda, masih menjadi salah satu penggerak ekonomi selain konsumsi rumah tangga. "Tahun ini ekonomi kita masih bergantung pada konsumsi. Porsi pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi itu menyumbang 10-11%," tuturnya.

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi kuartal II-2014, BI memperkirakan berada di kisaran 5,3%. Lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,2%.

Akhir pekan lalu, Badan Anggaran DPR menggelar rapat dengan pemerintah membahas APBN-P 2014. Rapat tersebut memutuskan pemotongan anggaran belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 43 triliun.

"Berdasarkan pemotongan sebelumnya dari Rp 100 triliun diturunkan menjadi Rp 43 triliun. Semua komisi dan mitra akan bahas penghematan," kata Wakil Ketua Anggaran Yasona Laoly Sabtu (14/6).

Berikut adalah rekomendasi tentang kriteria pemotongan belanja:

Memotong belanja barang dan perjalanan dinas yang tidak mendesak.

Meminimalkan pemotongan belanja perjalanan dinas yang menjadi fungsi pokok.

Meminimalkan pemotongan belanja bansos yang menjadi prioritas.

Meminimalkan pemotongan belanja modal. (detikfinance/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru