Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Indonesia Butuh Tenaga Pajak Empat Kali Lipat

- Rabu, 18 Juni 2014 22:42 WIB
312 view
Indonesia Butuh Tenaga Pajak Empat Kali Lipat
Jakarta (SIB)- Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan Indonesia masih kekurangan tenaga pajak. "Kebutuhan tenaga pajak harus naik empat kali lipat dari sekarang," katanya dalam pelantikan pejabat eselon I di Kementerian Keuangan, Selasa, (17/6/2014).

Meski demikian, Chatib menuturkan, kebutuhan tersebut tidak bisa dipenuhi dalam jangka pendek. Jadi diperlukan terobosan sehingga efisiensi tenaga aparat pajak meningkat. Ia menilai, dengan jumlah aparat yang sama, diharapkan penerimaan pajak bisa meningkat.

"Kita tidak bisa stuck pada pola pemikiran lama dan beralasan penerimaan pajak tidak meningkat karena tidak cukupnya tenaga kerja," ujar Chatib.

Dia menuturkan penambahan aparat pajak hingga empat kali lipat tidak mungkin terjadi dalam setahun. Karena itu, Chatib berpesan agar sektor pajak bisa optimal. Jika pajak hanya bergantung pada komoditas dan energi, akan terjadi penurunan. Sebagai implikasi, ekstensifikasi harus dijalankan. "Karena tidak mungkin lagi berfokus pada sektor tradable, diperlukan langkah dan terobosan," ucap Chatib.

Ia mengungkapkan ada beberapa sektor yang masih tumbuh tinggi, seperti properti, keuangan, jasa, transportasi, dan komunikasi. Sektor-sektor tersebut, Chatib menyebutkan, sudah digarap, tapi belum optimal.

Menurut Chatib, saat ini negara menghadapi tantangan berat pada penerimaan karena harga komoditas dan energi yang turun, serta melambatnya pertumbuhan ekonomi. Kondisi tersebut membuat penerimaan pajak merosot. Ia menuturkan bukan hanya faktor eksternal seperti harga komoditas dan energi yang berdampak pada penurunan penerimaan pajak.

"Ada baiknya melihat salah satu penyebab penurunan, karena penerimaan pajak terkonsentrasi pada faktor eksternal," kata Chatib. Ia menyebutkan penerimaan terbesar datang dari ekspor, terutama tambang dan komoditas. (Tempo.co/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru