Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Pupuk Indonesia Buat Tiga Anak Usaha Baru

- Kamis, 19 Juni 2014 12:15 WIB
223 view
 Pupuk Indonesia Buat Tiga Anak Usaha Baru
Jakarta (SIB)- PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) berencana membuat tiga anak usaha baru. Ketiga anak usaha baru itu akan bergerak di bidang logistik, properti dan energi.

"Untuk yang energi sudah terbit izin dari Kemenkumham sementara dua lagi sedang berproses," kata Direktur Investasi dan Pengembangan PIHC, Nugraha Budi Eka Irianto, Selasa (17/6).

Ia mengatakan pendirian anak usaha itu dapat memberikan manfaat langsung ke perusahaan. Contohnya, Pupuk Indonesia Logistik akan dapat menghemat ongkos pengiriman pupuk. Begitu juga dengan pendirian anak usaha dibidang energi yang diklaim menciptakan efisiensi karena akan mongkonversi pembangkit listrik tenaga gas ke batu bara.

Adapun anak usaha di bidang properti nantinya diharapkan memberikan tambahan pendapatan bagi perseroan. Musababnya, banyak aset aset PIHC selama ini yang non aktif. Sayang, Nugraha tidak menjelaskan detail berapa besar potensi kontribusi dari ketiganya.

Sementara itu, Direktur Keuangan PIHC, Achmad Fadhiel, mengatakan, perseroan menempatkan modal awal sebesar Rp 300 miliar di anak usaha energi dan Rp 200 miliar di anak usaha logistik. “Kalau di properti masih dikaji,” tuturnya.

Dana tersebut kata dia berasal dari obligasi yang diterbitkan tahun ini. PIHC hari ini menerbitkan obligasi I tahun 2014 senilai Rp 3,7 triliun. Kupon bunga yang ditawarkan berkisar 9,25 persen persen hingga 10,25 persen dengan dua jenis seri yakni Seri A dan Seri B.

Seri A dengan kupon bunga 9,25-10 persen dan jangka waktu tiga tahun. Seri B dengan kupon bunga 9,75-10,25 persen dengan jangka waktu lima tahun.

Adapun jadwal penawaran umum 16-24 Juni 2014 periode penawaran awal, 30 Juni 2014 pernyataan efektif dari OJK, 2-3 Juli 2014 penawaran umum, 4 Juli 2014 penjatahan, 8 Juli 2014 distribusi efek di KSEI, dan 10 Juli 2014 pencatatan obligasi di BEI.

Dana yang diperoleh dari hasill penawaran obligasi sebanyak 41 persen digunakan untuk anak usaha PT Pupuk Iskandar muda untuk pinjaman pelunasan utang. Sebanyak 32 persen digunakan PT Pupuk Kaltim sebagai pengembangan usaha dan modal kerja.

Hingga tahun lalu, Pupuk Indonesia mencatatkan total aset Rp 64,805 triliun dengan ekuitas mencapai Rp 25,315 triliun dan liabilitas Rp 39,49 triliun. Laba bersih perusahaan tersebut mencapai Rp 3,743 triliun dan pendapatannya sebesar Rp 56,32 triliun. (tempo.co/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru