Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Utang Luar Negeri Naik, BI Dorong Hedging

- Kamis, 19 Juni 2014 12:21 WIB
205 view
 Utang Luar Negeri Naik, BI Dorong Hedging
SIB/Danres Saragih
SEPI: Walaupun harga sejumlah bahan pangan naik, namun tidak membuat penambahan pendapatan bagi pedagang bahkan mereka mengeluh seperti pedagang sayur mayur di pusat pasar Medan karena sepinya pembeli menjelang bulan puasa.
Jakarta (SIB)- Merespons peningkatan utang luar negeri, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo menyatakan ingin menerapkan lindung nilai (hedging) untuk badan usaha milik negara (BUMN) guna menghindari kerugian negara. Ia juga mengingatkan perusahaan yang melakukan pinjaman luar negeri yang belum menerapkan hedging agar segera menggunakannya. "Banyak sekali perusahaan yang rugi di tahun 2013 karena rugi nilai tukar," kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/6).

Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia pada April 2014 mencapai Rp 3.300 triliun. Jumlah ini meningkat 7,6 persen dibanding utang luar negeri periode April 2013.

Agus mengatakan Kementerian BUMN dan Bank Indonesia akan terus mendorong perusahaan milik negara atau swasta untuk bertransaksi dengan lindung nilai. Dengan demikian, nilai utang terjaga dan perusahaan tak mengalami kerugian nilai tukar. "Melakukan hedging bukan merupakan sesuatu kerugian, tapi mengeluarkan biaya untuk menjaga nilai tukar," ujarnya.

Menurut Agus, ada dua hal yang bisa dilakukan untuk melakukan pengendalian risiko nilai tukar. Pertama, meyakinkan tujuan peminjaman uang untuk ekspor agar medapatkan penghasilan asing. Kedua, melakukan hedging, yaitu membeli forward valuta asing dengan rate yang diperjanjikan agar tidak mengalami risiko nilai tukar.

Rilis Bank Indonesia menyebut pertumbuhan utang luar negeri swasta terjadi lantaran adanya perkembangan sektor industri pengolahan dan sektor pertambangan. Utang industri pengolahan makanan naik 14,2 persen (Yoy). Sedangkan sektor pertambangan juga meningkat 15,2 persen, dan sektor listrik, gas, serta air tumbuh 1,3 persen. (tempo.co/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru