Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Harga Sembako di Medan Merangkak Naik

- Selasa, 24 Juni 2014 17:08 WIB
393 view
Harga Sembako di Medan Merangkak Naik
Medan (SIB)- Harga sembilan bahan pokok (sembako) di sejumlah Pasar Tradisional di Kota Medan merangkak naik menjelang bulan suci Ramadhan. Bahkan perubahan harga eceran bahan-bahan kebutuhan, dikhawatirkan bisa terjadi setiap saat. Kondisi ini membuat konsumen (masyarakat) menjadi was-was dalam menghadapi tibanya bulan puasa yang tinggal menghitung  hari.

Dari hasil pantauan SIB di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, Senin (23/6), harga sembako mengalami kenaikan antara Rp 500 sampai Rp 10.000 per kilogram, seperti beras kualitas biasa dari harga Rp 6.000 per kg, kini Rp 11.000  per kg. Lalu beras kualitas bagus dari harga Rp 10.000 per kg, kini naik menjadi Rp 15.000 per kg.

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada harga ayam yang pada seminggu lalu di kisaran Rp 23.000 per kg, menjadi Rp 30.000 per kg. Demikian juga kenaikan terjadi pada kebutuhan lainnya seperti minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, mentega, buah-buahan dan lain-lain. “Kenaikan harga semacam ini, sudah menjadi  langganan menjelang bulan Ramadhan,” jelas Nasution, penjual daging ayam di Pusat Pasar Medan.

Kepala Pusat Pasar Medan J Lumbantoruan mengatakan kenaikan harga kebutuhan pokok selalu terjadi menjelang bulan suci lebaran. Kenaikan tidak terlalu tinggi tahun ini disebabkan Pemko Medan juga menggelar operasi pasar di setiap kecamatan di Kota Medan.

“Menurut pengalaman, dari tahun ke tahun kenaikan harga kebutuhan pokok terjadi kenaikan harga menjelang bulan puasa dan lebaran, tetapi kenaikan yang siknifikan terjadi pada gula, telor, minyak makan, tepung, bumbu dan daging,” ujarnya.

Tim Monitoring Harga Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut Sofyan Tanjung mengatakan, menjelang puasa harga kebutuhan yang naik yaitu cabe rawit, cabe merah dan daging ayam broiler. Kenaikan harga terjadi karena ketersediaan barang berkurang dari Karo dan Aceh. “Namun tidak semua harga yang naik, ada juga harga bahan pokok yang turun,” ujarnya.

Menurutnya, ada juga harga bahan pokok yang turun seperti gula pasir menjadi Rp10.000 per kilogram dari Rp 10.833 per kilogram, bawang merah impor menjadi Rp 21.000 per kilogram dari Rp 23.000 per kilogram, bawang merah lokal menjadi Rp 24.000 per kilogram dari Rp 25.500 per kilogram, bawang putih menjadi Rp 17.000 per kilogram dari Rp22.000 per kilogram.

“Harga bahan pokok lainnya masih bertahan, seperti tepung terigu segitiga biru pro sedang bertahan Rp 9.167 per kilogram, tepung terigu cakra kembar pro tinggi bertahan Rp 11.000 per kilogram, daging sapi murni bertahan Rp 90.833 per kilogram, daging ayam kampung bertahan Rp 58.000 per kilogram, cabe merah hijau bertahan Rp10.167 per kilogram dan kacang kedelai bertahan Rp11.000 per kilogram,” katanya.

Ditambahkannya, harga kacang tanah bertahan Rp 18.167 per kilogram, kacang hijau bertahan Rp 19.667 per kilogram, indomie kari ayam Rp 1.950/bungkus, ikan asin teri bertahan Rp 80.000 per kilogram, ikan kembung bertahan Rp35.000 per kilogram, ketela pohon Rp2.367 per kilogram dan harga jagung pipilan kuning bertahan Rp 4.833 per kilogram. (Dik4/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru