Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Solar Bersubsidi Dibatasi di Luar Jawa, BBM Kemasan Diserbu Pemudik

- Kamis, 31 Juli 2014 13:24 WIB
291 view
 Solar Bersubsidi Dibatasi di Luar Jawa, BBM Kemasan Diserbu Pemudik
Jakarta (SIB)- Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mengatakan, di wilayah luar Jawa, seperti Kalimantan, mulai terjadi pembatasan solar bersubsidi. "Hal ini membuat angkutan barang logistik bermasalah, karena membuat biaya naik akibat antrean di SPBU yang panjang," kata Ketua Ketua Umum ALI Zaldy Ilham Masita , Rabu (30/7).

Ia menjelaskan, kelangkaan solar bersubsidi pun mulai terjadi. Zaldy menyebutkan kondisi seperti ini selalu berulang setiap tahun ketika bujet pemerintah untuk bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai berkurang. Akibatnya, pengiriman logistik terhambat lantaran truk harus mencari SPBU yang mempunyai stok solar bersubsidi. "Biaya transportasi akan naik karena jumlah trip per truknya akan berkurang," ujarnya.

Zaldy berharap pemerintah memberikan solusi permanen untuk masalah kelangkaan BBM bersubsidi yang terjadi setiap tahun. Asosiasi mengusulkan semua SPBU yang dilalui truk barang menyediakan solar nonsubsidi dan melarang truk barang mengonsumsi solar bersubsidi.

Dengan demikian, biaya transportasi memang akan naik. Namun, ia melanjutkan, perusahaan logistik mendapat kepastian dan keterlambatan pengiriman logistik dapat dihindari. Saat ini Tempo masih menunggu konfirmasi dari PT Pertamina mengenai pembatasan solar bersubsidi tersebut.

Sementara itu, Marketing Branch Manager PT Pertamina (Persero) Region III Jawa Barat Putut Andriato mengatakan pemudik menyambut antusias penyediaan bahan bakar minyak kemasan oleh Pertamina.

"Jawa Barat mendapat jatah kuota kemasan hingga 20 ribu kaleng BBM nonsubsidi dengan beragam volume yang tersebar di 37 kios sepanjang jalur mudik," kata Putut Andrianto saat dihubungi pada Rabu (30/7).

Sejauh ini, ujar ia, persentase penjualan BBM kemasan di Jawa Barat sudah mencapai 50 persen. Marketing Branch Manager Pertamina DIY dan Surakarta Freddy Anwar menuturkan pemudik di Yogyakarta dan Surakarta juga antusias memanfaatkan layanan BBM kemasan. "Yogyakarta dan Surakarta mendapatkan jatah 400 kaleng yang tersebar di satu stasiun pengisian BBM umum di Wonosari dan empat SPBU di Surakarta, dan sejauh ini prospek penjualannya menjanjikan," katanya.

Selain itu, Putut juga mengujarkan layanan BBM kemasan disediakan Pertamina untuk mengantisipasi Jembatan Comal di Pemalang, Jawa Tengah, belum beroperasi secara optimal. Pasalnya, pemudik yang hendak melewati Jembatan Comal akan beralih ke jalur selatan dan tengah. "Pertamina mengantisipasi padatnya pemudik di jalur selatan dengan menyediakan 6.000 kemasan di jalur selatan Jawa Barat," tuturnya. (Tempo.co/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak