Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Harga Minyak Dunia Bervariasi Jelang Laporan Presidenan AS

- Jumat, 01 Agustus 2014 10:22 WIB
216 view
Harga Minyak Dunia Bervariasi Jelang Laporan Presidenan AS
New York (SIB)- Harga minyak di New York turun pada Selasa (Rabu pagi WIB) karena prospek permintaan minyak mentah AS lemah, sementara harga minyak Eropa naik di tengah kekhawatiran tentang Libya dan sanksi baru Uni Eropa terhadap Rusia.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, turun 70 sen menjadi ditutup pada 100,97 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman September, naik 15 sen menjadi menetap di 107,72 dolar AS per barel di perdagangan London.

Kontrak Brent, yang lebih terkait dengan perkembangan internasional, berakhir lebih tinggi setelah Uni Eropa sepakat untuk memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia, termasuk di perusahaan minyak yang dikendalikan negara, Rosneft.

Analis juga telah menyebutkan kekerasan yang sedang berlangsung di produsen minyak Libya, di mana depot bahan bakar di dekat bandara Tripoli telah terbakar selama tiga hari di tengah pertempuran diantara para milisi yang bersaing.

Kekacauan di Libya telah menimbulkan keraguan tentang kemampuan negara Afrika Utara itu untuk mengembalikan produksi minyak mentahnya.

Tetapi pasar minyak AS telah dilihat sebagai memiliki persediaan yang berlimpah. Beberapa analis memperkirakan bahwa persepsi akan menguat pada Rabu ketika Badan Informasi Energi AS (EIA) merilis laporan persediaan minyak mentah mingguan.

"Kemungkinan pasar mengantisipasi bahwa permintaan minyak mentah di AS akan bergerak turun," kata Andy Lebow, wakil presiden senior di Jefferies Bache.

Tingkat pemanfaatan kilang-kilang AS pada pekan lalu mencapai 93,8 persen, naik dari 92,3 persen pada tahun lalu dan 93,0 persen pada dua tahun lalu, menurut data EIA.

Pengamat pasar yakin kilang-kilang akan segera mengurangi kembali produksinya menjelang akhir musim mengemudi musim panas pada awal September, sehingga mengurangi permintaan minyak mentah.

"Ada kemungkinan bahwa kita akan melihat pengurangan permintaan minyak mentah di AS," kata Carl Larry, analis di Oil Outlooks and Opinions.(Ant/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak