Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

MENKO: Pembatasan BBM Bersubsidi Tak Pengaruh Harga

- Selasa, 05 Agustus 2014 15:31 WIB
365 view
MENKO: Pembatasan BBM Bersubsidi Tak Pengaruh Harga
Jakarta (SIB)- Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan bahwa pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi tidak akan mempengaruhi harga bahan pokok, karena diperkirakan angka inflasi berada pada kondisi normal.

"Tidak ada kenaikan harga, tidak ada, karena harga (BBM bersubsidi) memang tidak naik.
 Ini mekanisme pasar biasa," kata Chairul Tanjung di Jakarta, Senin.

Chairul mengatakan, pengaturan pembatasan penyaluran BBM bersubsidi di beberapa daerah seperti di Jakarta Pusat, di 24 SPBU pinggir jalan tol dan penjualan BBM bersubsidi sampai pukul 18.00 WIB justru akan mengamankan APBN Perubahan 2014, di mana target volume kuota BBM bersubsidi berkurang dari 48 juta kilo liter (kl) menjadi 46 juta kl.

Menurut Chairul, dengan kebijakan tersebut, masyarakat masih mungkin membeli BBM bersubsidi di wilayah lain di Jakarta atau sebelum masuk jalan tol dan membelinya sebelum pukul 18.00 WIB, sehingga yang menjalankan kebijakan tersebut hanyalah sebagian masyarakat yang dalam kondisi terpaksa.

"Nah, dari yang terpaksa-terpaksa tersebut, diperkirakan bisa menghemat dua juta kilo liter subsidi BBM sampai akhir tahun.

Sehingga, masalah 46 juta kilo liter itu bisa terpenuhi," tutur Chairul.

Selain itu, tambah Chairul, harga minyak mentah dunia yang trennya menurun pada seminggu terakhir juga berpotensi mengurangi subsidi BBM, hingga angka 46 juta kilo liter bisa terjaga sampai akhir tahun.

Chairul mengatakan, terdapat beberapa pilihan kebijakan yang bisa ditetapkan dalam membatasi penyaluran BBM bersubsidi, di antaranya menaikkan harga BBM bersubsidi dan membatasi penggunaannya.

Menurut Chairul, dengan menaikkan harga BBM bersubsidi, maka akan diikuti dengan kenaikan harga bahan pokok lainnya, karena biaya transportasi menjadi naik dan inflasi menjadi lebih tinggi.

Namun, lanjutnya, pemerintah lebih memilih pengurangan subsidi dengan penghapusan subsidi bagi kendaraan pribadi, karena kenaikan harga bahan pokok tidak akan setinggi kalau dilakukan kenaikan secara normal.

"Mengurangi subsidi dengan menaikkan harga BBM itu bukan keputusan yang populer, tapi keputusan yang tidak populer.

Oleh karenanya, keputusan menaikkan harga BBM, itu bukan keputusan ekonomi tapi keputusan politik," ujar Chairul.

BI DUKUNG
Bank Indonesia mendukung kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah untuk menjaga agar kuota konsumsi BBM tidak melebihi batas yang telah ditetapkan.

"Saya melihat itu adalah bagian dari pemerintah untuk menjaga agar BBM bersubdisi alokasi kuotanya terpenuhi.

 Kita sambut baik inisiatif menjaga kuota itu, semoga ini mampu menjaga isu kenaikan konsumsi," kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di Jakarta, Senin.

Agus menuturkan, dengan dibatasinya konsumsi BBM subsidi, terutama untuk solar, dapat memberikan peluang bagi pemerintah baru untuk menentukan berbagai macam kebijakan lanjutan.

Selain itu, Agus menilai, pembatasan konsumsi BBM subsidi tersebut juga tidak akan mempengaruhi laju inflasi pada 2014.

"Memang kita belum perhitungkan apabila ada kenaikan harga BBM, tapi kalau pembatasan, kenaikan listrik, tantangan pengelolaan pangan itu sudah kita perhitungkan, sehingga inflasi akhir tahun akan tetap di bawah 5,5 persen," ujar Agus. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak