Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Menteri Ekonomi Rapat di Gudang Bulog Kelapa Gading Membahas Banjir dan Persoalan Pangan

- Kamis, 23 Januari 2014 14:14 WIB
316 view
Menteri Ekonomi Rapat di Gudang Bulog Kelapa Gading Membahas Banjir dan Persoalan Pangan
Jakarta (SIB)- Sejumlah menteri-menteri ekonomi dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa siang ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Cipinang, untuk memantau harga beras di tengah hadangan banjir. Usai itu, para menteri rapat di gudang Bulog, Kelapa Gading.

Rapat di Kantor Bulog Divisi Regional (Divre) DKI Jakarta, Kelapa Gading ini dihadiri oleh Hatta Rajasa, Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Sutardjo, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, dan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, Direktur Utama Bulog Sutarto Almoeso, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Agenda rapat ini adalah rapat koordinasi terkait kebijakan pangan di Indonesia. Di samping itu juga sekaligus memantau perkembangan terkini pasca banjir yang melada beberapa kita di Indonesia dan berdampak terhadap harga pangan.

"Kita lanjut ke Kelapa Gading untuk rakor ya soal pangan," ungkap Menko Perekonomian Hatta Rajasa, saat ingin meninggalkan pasar induk Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (22/1/2014)

Sejauh ini Hatta menilai pasokan pangan, khususnya beras masih cukup baik. Menjadi kendala saat ini hanyalah wilayah timur. Sebab akibat cuaca yang buruk, distribusi beras ke wilayah timur menjadi terganggu.

"Suplai Bulog tinggal dipikirkan distribusi timur. Ini kan karena ombak yang tinggi," kata Hatta.

Sementara untuk harga beras, Hatta mengakui ada kenaikan. Akan tetapi ini hanya akan berlangsung sementara. Untuk itu menurutnya perlu dipastikan pasokan beras. Terutama daerah yang terkena banjir.

"Di Pantura masih banjir. Pulau kecil wilayah timur juga alami gangguan. Jadi harga memang ada kenaikan. Tapi kita usahakan dulu itu pasokan. Bulog akan memastikan pasokan beras," paparnya.(Dtf/w)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru