Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 Juli 2026

Selama 10 Tahun Terakhir, Impor Pangan RI Tumbuh 4 Kali Lipat

- Rabu, 13 Agustus 2014 16:49 WIB
294 view
 Selama 10 Tahun Terakhir, Impor Pangan RI Tumbuh 4 Kali Lipat
Jakarta (SIB)- Impor pangan Indonesia terus mengalami pertumbuhan dalam 10 tahun terakhir. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), impor pangan di 2003 tercatat US$ 3,34 miliar, sedangkan di 2013 impor pangan mencapai US$ 14,90 miliar, atau tumbuh 4 kali lipat.

"Kebutuhan pangan di dalam negeri tidak bisa memenuhi. Dalam 10 tahun terakhir, impor pangan sudah 4 kali lipat. Ini yang menjadi bentuk perhatian padahal kita dikenal bangsa yang agraris dengan tanah yang subur," ungkap Deputi bidang Statistik Produksi BPS Adi Lumaksono saat berdiskusi dengan media di Hotel Swiss-Bel, Jalan Kartini Raya, Jakarta, Selasa (12/8).

Salah satu penyebab tingginya impor pangan Indonesia, ujar Adi, karena melonjaknya jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252,16 juta jiwa. Sementara itu kontribusi pertanian dalam PDB (Pendapatan Domestik Bruto) terus turun dari waktu ke waktu, yaitu 15,19% di 2003, sedangkan di 2013 lebih kecil hanya 14,43%.

"Indonesia sekarang penduduk keempat terbesar di dunia yang menkonsumsi produk pertanian kita. Jadi diperlukan kebijakan dengan direction kepada kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani," imbuhnya.

Menurut Adi, ada beberapa kebijakan yang harus segera dibenahi oleh pemerintah. Salah satunya adalah dengan kembali melanjutkan program swasembada pangan.

Adi menjelaskan, program swasembada pangan yang dicetus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Oktober 2012 atas 5 komoditas pokok seperti beras, jagung, gula, kedelai, dan daging sapi masih jauh dari harapan. Tetapi program ini bisa berhasil apabila pemerintah memberikan stimulus kebijakan yang tepat sehingga mengurangi ketergantungan impor pangan.

"Contohnya Indonesia ini punya sentra produksi sapi di NTB dan NTT, konsumennya ada di Pulau Jawa. Ketika harga naik terutama di Jakarta karena masalah distribusi, belum adanya sarana yang memadai. Jadi siapkan angkutan ternak ini. KAI akan menyiapkan gerbong khusus ternak, Pelni akan menyiapkan transportasi khusus ternak. Kemudian lakukan diversifikasi pangan," papar Adi. (Dtf/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru