Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

PGN Dinilai Malas Kembangkan Infrastruktur Gas

- Kamis, 14 Agustus 2014 13:50 WIB
226 view
 PGN Dinilai Malas Kembangkan Infrastruktur Gas
Jakarta (SIB)- Pengamat energi Kurtubi menyayangkan PT PGN (Persero) yang terkesan lebih memburu profit besar dengan ekspansi bisnisnya ke area shale gas Fasken di Amerika Serikat, ketimbang membangun infrastruktur gas.

Kurtubi mengatakan, persoalan tingginya subsidi bahan bakar minyak (bbm) saat ini bisa diselesaikan dengan suatu solusi, yaitu konversi bbm ke gas. Masalahnya, saat ini infrastruktur gas tidak tersedia.

PGN sebagai BUMN yang memang diamanahi membangun sektor gas, diharapkan bisa menyediakan infrastrukturnya. "Tapi PGN ini tidak mau bangun infrastruktur gas, karena retailnya (konsumennya) kecil. Apalagi dia ada beberapa punya publik," kata Kurtubi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (12/8).

Kurtubi pesimistis PGN mau membangun infrastruktur gas. Pasalnya, untuk membangun gas kota di Jakarta saja PGN, dinilai kerepotan. "PGN kaya, tapi dia milih beli lapangan gas (minyak) di luar negeri. Ingin jadi perusahaan minyak dia. Padahal membangun infrastruktur gas itu kewajiban negara, tidak seharusnya memikirkan IRR (keuntungan)," kata dia.

Sebagai informasi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melalui anak usahanya PT Saka Energi Indonesia (SEI) mengumumkan penyelesaian transaksi akuisisi 36 persen hak partisipasi area shale gas Fasken di Amerika Serikat dengan Swift Energy Company yang terjadi pada 15 Juli 2014.

Transaksi ini bernilai 175 juta dollar AS, yang terdiri dari pembayaran tunai sebesar 125 juta dollar AS dan porsi Swift untuk biaya pengembangan lapangan sebesar 50 juta dollar AS. Pengembangan area shale gas Fasken ini akan melibatkan areal seluas 8.300 hektar di kawasan tersebut.(kompas.com/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak