Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Pengusaha Masih "Wait and See", Penjualan Lahan Industri Melambat

- Jumat, 15 Agustus 2014 16:16 WIB
175 view
 Pengusaha Masih
Jakarta (SIB)- Bank Indonesia (BI) melalui Survei Harga Properti Komersial Kuartal II 2014 melaporkan tingkat penjualan lahan industri, khususnya di kawasan Jabodetabek lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini menyebabkan permintaan pun tumbuh melambat.

Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI Hendy Sulistyowati menjelaskan penjualan properti komersial pada triwulan II-2014 melambat terutama pada lahan industri yang tumbuh 2,32 persen year on year. Pertumbuhan itu lebih rendah jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang berada di level 4,91 persen.

"Perlambatan penjualan lahan industri sejalan dengan respon pelaku usaha yang memilih untuk wait and see dalam melakukan ekspansi usaha," kata Hendy di kantornya, Rabu (13/8).

Lebih lanjut, respon yang sama juga terindikasi dari perlambatan penjualan lahan perkantoran ritel dan atau pusat perbelanjaan. Di samping itu, BI mencatat terjadinya peningkatan harga jual properti pada kuartal II 2014 yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Harga jual properti komersial pada kuartal II-2014 melambat terutama pada sektor ritel yang naik sebesar 19,18 persen secara year on year. Ini lebih rendah dibandingkan 25,53 persen pada periode sebelumnya. Perlambatan harga jual sejalan dengan melambatnya penjualan.

"Industri melambat kan. Ini ada kaitannya dengan realisasi investasi kuartal-II, kan investasi non bangunannya turun," ujar Hendy.

Pada kesempatan yang sama, Associate Director Colliers International Ferry Salanto mengungkapkan dirinya sependapat terkait perlambatan penjualan lahan industri akibat faktor wait and see. Namun demikian, ada faktor lain yang meyebabkan perlambatan penyerapan lahan industri.

"Perlambatan penyerapan lahan industri karena ketersediaan lahan. Tidak banyak lahan industri yang ready to sell," jelas dia. (kompas.com/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak