Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 Juli 2026

Impor Gula Mentah Dibuka, Ada Dampak Negatif dan Positifnya

- Jumat, 15 Agustus 2014 16:56 WIB
328 view
 Impor Gula Mentah Dibuka, Ada Dampak Negatif dan Positifnya
Jakarta (SIB)- Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin impor gula mentah untuk semester kedua 2014 sebanyak 502 ton. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Haryono menyebut penerbitan izin impor ini akan memberi dampak positif dan negatif. "Kebijakan ini seperti dua mata pisau, mengangkat satu pihak tapi menjatuhkan pihak lainnya," ujar Haryono,  Rabu (13/8).

Haryono menuturkan, secara positif, izin impor gula akan menambah suplai gula dalam negeri. Selama ini kebutuhan industri dalam negeri akan gula mentah belum dapat dipenuhi oleh industri gula nasional. Jadi, dengan adanya impor ini, industri makanan dan minuman tak akan kekurangan bahan baku.

Namun, di sisi lain, Haryono mengakui bahwa izin impor gula akan mendesak petani tebu lokal. Karena itu, ke depannya nanti, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Dewan Gula Indonesia akan mensinergikan kebijakan terkait dengan produksi gula agar terdapat keseimbangan antara pihak hulu dan hilir. "Kuncinya adalah kesadaran dari semua pihak untuk mau membagi keuntungan mereka."

Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik Adi Lumaksono mengatakan dampak impor gula ini juga tergantung pada selera pasar di Indonesia. Masyarakat Indonesia, ujar Adi, masih banyak yang menilai suatu produk impor kualitasnya jauh lebih baik dibanding produk lokal. Padahal kenyataannya tidak. "Pemerintah harus lebih gencar sosialisasi produk lokal agar tak tergerus produk impor," tuturnya.

Namun Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan bahwa gula impor ini harus langsung dijual kepada industri pengguna, tidak kepada distributor. Hal ini dilakukan untuk membatasi masuknya gula impor kepada konsumsi rumah tangga. Kontrak ini, kata Lutfi, akan berlanjut hingga akhir tahun, sisanya akan dikeluarkan pada tahun selanjutnya. (Tempo.co/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru