Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

IMF Guyur Bantuan Rp 700 T, Bursa Asia Kompak Menghijau

Redaksi - Jumat, 06 Maret 2020 16:55 WIB
148 view
IMF Guyur Bantuan Rp 700 T, Bursa Asia Kompak Menghijau
finance.detik.com
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengumumkan paket bantuan senilai US$ 50 miliar atau setara Rp 700 triliun (kurs Rp 14.000) untuk memerangi virus corona. Ia mengatakan, uang itu akan tersedia 'segera' dan ditunjukkan untuk n
Jakarta (SIB)
Bursa saham di Asia-Pasifik mengalami lonjakan di Kamis pagi usai Dow Jones melonjak 1.000 poin lebih pada penutupan Rabu waktu setempat. Di sisi lain, IMF mengumumkan paket bantuan senilai US$ 50 miliar atau setara Rp 700 triliun (kurs Rp 14.000) untuk melawan virus corona.

Mengutip CNBC, Kamis (5/3), Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan uang itu tersedia 'segera' dan untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan berkembang.

Saham-saham di Australia memimpin kenaikan di antara pasar-pasar utama di regional karena S&P / ASX 200 melonjak 1,27%.
Bursa saham China daratan naik lebih tinggi pada awal perdagangan, dengan Shanghai naik sekitar 0,6% di mana Shenzhen berkontribusi 0,84%. Shenzhen juga naik 0,885%. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,69%.

Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,92% karena saham Softbank Group melonjak lebih dari 1%. Indeks Topix juga diperdagangkan 0,87% lebih tinggi. Kospi Korea Selatan naik 0,68% karena saham LG Chem melonjak lebih dari 3%.

Untuk diketahui, Dow Jones meroket 1.173,45 poin lebih tinggi dan ditutup pada 27.090,86. S&P 500 melonjak 4,2% menjadi 3.130,12. Sementara, Nasdaq naik 3,8% ditutup pada 9.018,09.

DIKUCURKAN
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengumumkan paket bantuan senilai US$ 50 miliar atau setara Rp 700 triliun (kurs Rp 14.000) untuk memerangi virus corona. Ia mengatakan, uang itu akan tersedia 'segera' dan ditunjukkan untuk negara berpenghasilan rendah dan berkembang.

Mengutip CNBC, Kamis (5/3), sebagian besar uang itu bebas bunga.
"Apa yang kami lakukan saat ini adalah meninjau negara demi negara apa kebutuhan keuangannya, dan terlibat dengan negara-negara ini untuk memastikan mereka mengetahui sumber daya ini dan kami dapat segera merespons mereka," kata Georgieva.
"Kami berada dalam tahap awal keterlibatan, tetapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami akan bertindak sangat cepat saat permintaan datang," sambungnya.

Ada lebih dari 90.000 kasus yang terkonfirmasi virus corona di seluruh dunia dan wabah ini telah menyebar ke enam benua. Epidemi ini telah menyebabkan pembatasan perjalanan di pusat ekonomi utama di Cina dan Italia.

Georgieva mengatakan, IMF ingin melihat uang yang digunakan pertama untuk meningkatkan sistem perawatan kesehatan dan kemudian untuk program stimulus fiskal yang ditargetkan untuk membantu likuiditas. Organisasi ini juga bekerja sama dengan Bank Dunia untuk membantu negara-negara mendapatkan beberapa peralatan medis, seperti masker dan peralatan pernapasan yang digunakan untuk memerangi virus.

Bank Dunia sendiri sudah mengumumkan program US$ 12 miliar pada hari Senin untuk membantu negara-negara miskin yang berkaitan dengan kesehatan dan ekonomi.

Negara-negara di seluruh dunia juga harus membuat langkah-langkah selama ekonomi melambat seperti menawarkan jalur kredit untuk bisnis yang lebih kecil dan program untuk membayar pekerja yang harus tinggal di rumah.
"Kami pikir sekarang saatnya untuk mengambil tindakan pencegahan jika wabah menjadi lebih parah," kata Georgieva.(detikfinance/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru