Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Penguatan Dolar Dipicu Konflik Ukraina, IHSG Melemah Akibat Kelangkaan BBM

- Rabu, 27 Agustus 2014 14:03 WIB
374 view
 Penguatan Dolar Dipicu Konflik Ukraina, IHSG Melemah Akibat Kelangkaan BBM
Jakarta (SIB)- Situasi Ukraina yang kembali memanas membuat dolar kembali perkasa di pasar uang. Ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, mengatakan, walau mayoritas data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pada awal pekan melemah, indeks dolar terus menguat.

"Situasi geopolitik di Ukraina memicu tingginya permintaan aset safe haven," ujar Rangga dalam riset hariannya.

Pelaku pasar kembali khawatir setelah Rusia berkukuh mengirimkan langsung bantuan kemanusiaan kepada pemberontak Ukraina. Langkah Rusia ini dicurigai akan meningkatkan kekuatan milisi pro-Rusia secara terselubung.

Situasi di Ukraina kemudian kembali memicu tekanan pada imbal hasil obligasi Amerika Serikat tenor 10 tahun sebesar 2,38 persen. Di sisi lain, data Ifo Business Climate Jerman yang turun juga memicu penguatan indeks dolar.

Pada penutupan perdagangan kemarin sore, penguatan dolar telah menekan mata uang Asia, termasuk rupiah. "Hari ini, rupiah diperkirakan masih akan berada di kisaran 11.700-11.750 per dolar dengan kecenderungan melemah," kata Rangga.

Di pasar uang, pada pukul 09.00 WIB, rupiah dibuka melemah 11 poin (0,09 persen) ke level 11.725 per dolar; dolar Singapura melemah 0,04 persen ke 1,2505 per dolar AS; dan rupee melemah 0,15 persen ke 60,5650 per dolar AS.

Sementara itu, investor saham tampak semakin berfokus pada kebijakan pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sentimen negatif berupa kabar kelangkaan BBM menyebabkan perdagangan saham sesi pertama hari ini tak atraktif.

“Indeks harga saham gabungan sulit bergerak naik lantaran belum ada formulasi kenaikan harga BBM bersubsidi,” kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo, Selasa (26/8).

Hingga penutupan sesi I, IHSG terus terkoreksi 22 poin (0,4 persen) ke level 5.163.

Satrio mengatakan pergerakan IHSG masih terimbas sentimen negatif kelangkaan BBM. Investor mulai mengkhawatirkan pengurangan pasokan BBM bersubsidi yang menimbulkan antrean pembelian di beberapa wilayah Tanah Air. Hal itu diyakini bakal berimbas pada kinerja pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Walhasil, sebagian besar investor yang sejak awal bersikap wait and see memilih untuk menjual sahamnya. Pada sesi pertama hari ini, investor asing bahkan tercatat melakukan aksi jual senilai Rp 115 miliar. Mereka melepas saham-saham sektor properti dan perbankan. Sebagai imbasnya, saham BBRI turun 1,5 persen menjadi Rp 11.125 per lembar saham, BBNI terkoreksi 1,8 persen ke level Rp 5.325, sementara LPKR jatuh 2,2 persen menjadi Rp 1.095.

Meskipun demikian, laju negatif IHSG sebenarnya sejalan dengan pergerakan bursa saham regional. Indeks Nikkei 225 terkoreksi 0,44 persen ke level 15.536,76, Hangseng turun tipis 0,13 persen menjadi 25.134,96, dan Shanghai juga jatuh 0,44 persen ke level 2.219,52. Kecemasan atas kenaikan harga minyak dunia akibat tuduhan invasi Rusia saat mengirimkan pasokan bantuan ke Ukraina mendorong investor menunda akumulasi investasi di pasar saham.(tempo.co/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak