Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

BBM Dibatasi, Petani Terancam Gagal Panen

- Rabu, 27 Agustus 2014 14:06 WIB
285 view
 BBM Dibatasi, Petani Terancam Gagal Panen
Brebes (SIB)- Pengaturan kuota bahan bakar minyak bersubsidi tidak hanya menyebabkan antrean kendaraan mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Di Kabupaten Brebes, para petani pun menjerit karena kesulitan mencari premium untuk mengoperasikan mesin diesel pemompa air.

“Membeli premium menggunakan jerigen di SPBU sudah dilarang. Kios-kios bensin eceran juga sudah pada tutup,” kata Ketua Kelompok Tani Sumber Pangan, Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Subkhan pada Senin (25/8).

Subkhan mengatakan, sebagian besar tanaman bawang merah di Bulakamba saat ini berumur 30 hari. Di bulan pertama masa tanam itu, tanaman bawang harus dialiri air tiap tiga hari sekali. Lantaran sawah mulai mengering, pengairan tanaman bawang itu harus menggunakan mesin diesel.

Untuk mengairi lahan seluas seperdelapan hektare, Subkhan berujar, mesin diesel membutuhkan empat liter bensin. “Luas lahan bawang di Tegalglagah dan Petunjungan (Kecamatan Bulakamba) dan di Kecamatan Larangan totalnya 100 hektare. Tinggal dikalikan saja berapa kebutuhan bensinnya,” ujar Subkhan.

Subkhan menambahkan, tanaman bawang yang usianya di atas 30 hari juga tetap membutuhkan air untuk pembesaran umbi. “Kalau dipersulit membeli bensin, banyak petani bawang di Brebes terancam gagal panen,” katanya.

Koordinator Alokasi Air di Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Pemali Comal, Adi Setijono, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima informasi ihwal adanya kekeringan di wilayah Brebes, Tegal, Kota Tegal, dan Pemalang.

“Debit air di Waduk Penjalin, Malahayu, dan Cacaban terpantau masih aman,” kata Adi saat dihubungi Tempo pada Senin sore. Waduk Penjalin dan Malahayu berada di Brebes. Sedangkan Cacaban adalah waduk di Tegal.

Adi mengatakan, debit air Waduk Penjalin saat ini sebanyak tujuh juta meter kubik. Pekan lalu, debit waduk di Kecamatan Paguyangan itu sempat menurun karena intensitas hujan yang semakin berkurang. “Tapi pekan ini limpasannya sudah tinggi lagi,” ujarnya. Adapun Waduk Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, debit airnya masih 20 juta meter kubik.

“Kekeringan biasanya terjadi ketika petani tidak mematuhi pola tanam alias masih menanam padi di musim kering,” ujar Adi. (tempo.co/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak