Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

BBM Dibatasi, Distribusi Barang Molor, Biaya Logistik Naik

- Kamis, 28 Agustus 2014 12:00 WIB
230 view
 BBM Dibatasi, Distribusi Barang Molor, Biaya Logistik Naik
Jakarta (SIB)- Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Organisasi Gabungan Angkutan Darat DKI Jakarta Safruan Sinungan menyatakan pemangkasan bahan bakar minyak bersubsidi akan mengganggu operasional angkutan barang. "Biasanya perjalanan cukup satu hari, sekarang butuh dua-tiga hari," kata Safruan saat dihubungi, Rabu (27/8).

Molornya waktu pengiriman barang ini akan mendongkrak biaya pengiriman sebesar 25-30 persen. Biaya itu dibutuhkan untuk membayar makanan supir selama menunggu antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum.

Safruan mengatakan pihaknya belum menghitung total kerugian akibat pemangkasan kuota BBM. Selain menambah biaya, kondisi ini juga mempengaruhi pendapatan sopir. "Terutama sopir lepas. Kalau di bawah perusahaan ya tidak berpengaruh," kata dia.

BBM Langka, Biaya Logistik Naik 15 Persen


Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Ilham Masita mengatakan pembatasan bahan bakar subsidi telah mengakibatkan beban operasional semakin besar. Musababnya, sejak bulan lalu pemerintah juga telah membatasi jam pengisian solar pada 18.00-06.00.

Dengan pembatasan jam pengisian saja, kenaikan biaya operasional sudah mencapai 5-10 persen. Ditambah pembatasan pembelian BBM bersubsidi, kata Zaldy, biaya operasional pun membengkak sampai 15 persen.

"Biasanya satu truk biayanya Rp 6 juta, sekarang jadi sampai 7,5 juta," kata dia saat dihubungi, Rabu (27/8). Kenaikan biaya ini, kata dia, tak bisa ditagihkan pada konsumen karena belum ada pengumuman resmi tentang kenaikan harga BBM.

Menghadapi kondisi ini, pengusaha logistik pun meminta kepastian pada pemerintah terkait dengan kenaikan harga BBM subsidi. "Kalau mau naik ya naik sekalian, yang penting ada suplai," kata dia. Menurut Zaldy, yang menjadi masalah dan menimbulkan banyak spekulasi selama ini adalah keterbatasan pasokan BBM subsidi.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa hingga 18 Agustus 2014 kuota BBM subsidi tersisa 15,5 juta kiloliter dari 46 juta kiloliter. Dari jumlah itu, kuota Premium tinggal 10 juta kiloliter, sedangkan solar sekitar 5,5 juta kiloliter. Sisa kuota ini harus mencukupi sampai akhir 2014.

Satu-satunya cara agar kuota mencukupi adalah dengan memangkas jatah ke SPBU. Akibat penjatahan ini, dalam beberapa hari terakhir sejumlah SPBU kehabisan stok BBM bersubsidi. Antrean kendaraan yang menunggu BBM subsidi di SPBU pun tak bisa dihindari. (tempo.co/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak