Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Mentan Suswono Klaim RI Swasembada Beras dan Jagung

- Selasa, 02 September 2014 19:05 WIB
375 view
Bogor (SIB)- Sejak 22 Oktober 2009 atau hampir lima tahun Suswono menjabat sebagai Menteri Pertanian (Mentan) di Kabinet Indonesia Bersatu II.

Selama memimpin kementerian yang mengurus pertanian, perkebunan dan peternakan ini, Suswono mengklaim telah berhasil menorehkan sejumlah prestasi dan perubahan.

Salah satu yang menjadi catatannya adalah capaian swasembada beras dan jagung yang telah dicapai Indonesia.

"Kalau menurut definisi FAO (Food and Agricultural Organization) suatu negara bisa dikatakan swasembada kalau produksinya sudah 90% dari kebutuhan. Sementara saat ini produksi (beras) kita sudah surplus 6 juta ton setiap tahun," tutur Suswono di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Jawa Barat, Senin (1/9).

Selain beras, Indonesia juga sudah berhasil mencapai status swasembada jagung. Hingga 2013, produksi jagung Indonesia telah mencapai 18,51 juta ton.
"Produksi jagung kita sudah sangat mencukupi. Tapi memang ada impor, tetapi tidak signifikan. Hanya yang untuk pakan ternak," kata politisi PKS ini.

Ia menambahkan, bila dilihat secara menyeluruh, kementeriannya juga telah berhasil mendorong terciptanya neraca yang positif pada perdagangan produk pertaninan dan perkebunan. Ia menyebutkan ada surplus dari aktivitas ekspor dan impor komoditi pertanian dan perkebunan hingga Rp 220 triliun
Angka ini ditopang oleh tingginya produksi komoditi sektor perkebunan produksi di sektor komoditi sawit atau CPO (cude palm oil) dan cokelat mentah (kakao). Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar di dunia untuk CPO dan kakao.

Sayang bila dilihat hanya dari sisi komoditi pangan khususnya produk hortikultura seperti sayur dan buah, Indonesia masih mengalami defisit perdagangan.
"Kalau kita bicara neraca perdagangan pertanian secara menyeluruh surplus US$ 20 miliar (Rp 220 triliun). Tetapi kalau bicara di khusus pangan, memang antara yang kita ekspor dan impor itu defisit lebih banyak yang impor. Itu yang saya minta pemerintah yang di depan mohon perhatikan," katanya.

Sebagai catatan, setiap tahun Indonesia masih mengimpor jagung maupun beras untuk kebutuhan khusus. Namun pada Juli lalu, Perum Bulog mendapat tugas dari pemerintah untuk mengimpor beras umum sebanyak 50.000 ton dari Vietnam. (dtf/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak