Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 25 Agustus 2026

Finnet Bidik 650 Juta Transaksi Elektronik 2014

- Selasa, 28 Januari 2014 18:32 WIB
278 view
Finnet Bidik 650 Juta Transaksi Elektronik 2014
Jakarta (SIB)- Perusahaan penyediaan layanan solusi sistem transaksi pembayaran secara elektronik (e-payment) PT Finnet Indonesia, pada 2014 membidik sebanyak 650 juta transaksi atau senilai Rp432 miliar, meningkat 94,61 persen dibanding 2013 sebanyak 334 juta transaksi atau senilai Rp216 miliar.

"Tahun ini jumlah transaksi pembayaran elektronik ditargetkan naik mendekat 100 persen atau dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Pencapaian ini akan mendorong pertumbuhan kinerja keuangan 2014," kata Direktur Utama Finnet, Otong Iip, di sela peluncuran logo baru Finnet Indonesia di Jakarta, Senin.

Menurutnya, memasuki 2014, Finnet semakin yakin dan lebih fokus dalam mencapai target yaitu menjadi perusahaan terkemuka di Indonesa berskala global dalam penyediaan layanan sistem pembayaran secara elektronik.

Anak usaha PT Telkom Tbk ini pun membagi tiga portofolio bisnis yaitu, "bill payment argregator", "electronic payment platform", dan "online payment solutions".

Pada 2014, dengan alokasi investasi (belanja modal/capex) sekitar Rp35 miliar, Finnet akan memperbanyak jumlah pihak bill payment (biller) hingga sekitar 200 mitra, sebanyak 500 merchant, dan sekitar 1.000 channel.

"Kami siap memonetisasi produk dan layanan serta rebranding produk-produk seperti layanan Delima (Delivery Money Access), termasuk revitalisasi layanan Finpay yang memungkinkan otomatisasi proses cash ini yang dilakukan pengguna melalui delivery channel," ujarnya.

Sejumlah langkah bisnis lainnya, adalah membangun koneksi secara langsung ke pengelola transaksi kartu kredit skala internasional sebagai mitra acquirer dari MasterCard dan Visa.

Sedangkan pada bisnis remittance (pengiriman uang), perusahaan akan mengoperasikan di Macau dan Malaysia pada kuartal I 2014.

"Saat ini tinggal mengunggu peresmian pengoperasian di dua negara tersebut, setelah sebelumnya mulai dioperasikan Hong Kong," ujarnya.

Laba Melonjak
Pada 2014, Finnet Indonesia yang sudah bekerja sama dengan lebih dari 50 bank, dan ratusan mitra merchan ini menargetkan pendapatan sekitar Rp433 miliar, melonjak dari pendapatan 2013 sebesar Rp216,6 miliar.

Saat yang sama Finnet juga meyakini dapat meraup laba bersih sekitar Rp74,12 miliar, melonjak sekitar 70 persen dari laba bersih 2013 sebesar Rp43,6 miliar.

"Pertumbuhan laba Finnet pada tahun 2013, jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan industri yang diproyeksikan sekitar 16-20 persen," ujar Otong Iip.

Ia menambahkan bahwa dalam mengembangkan bisnis ke depan Finnet akan mengacu pada tiga strategi yang disebut 3 S, yaitu size, sustain, dan spread.
"Tiga strategi ini dijalankan dengan mengukur besarnya bisnis yang akan dikembangkan, keberlanjutan bisnis, dan seberapa besar keuntungan yang akan diraih," ujarnya.

Dengan begitu, Otong Iip yang baru menjabat sebagai orang nomor satu di Finnet pada Juni 2013 ini, optimistis pendapatan perusahaan pada 2015 bisa menembus angka Rp1 triliun. (Ant/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru