Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 25 Juni 2026

Hatta: Ada Rp 2 Triliun untuk Petani yang Gagal Panen

- Selasa, 28 Januari 2014 19:07 WIB
264 view
Hatta: Ada Rp 2 Triliun untuk Petani yang Gagal Panen
SIB/int
Gagal Panen
Semarang (SIB)- Pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp 2 triliun untuk membantu petani dan nelayan yang mengalami kerugian akibat bencana dan cuaca ekstrem di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa saat mengunjungi Kampung Nelayan Tambaklorok, Semarang, di Tambaklorok, Semarang, Senin (27/1).

Hatta mengatakan akibat bencana alam yang melanda di berbagai wilayah akhir-akhir ini membuat banyak petani kehilangan lahan dan nelayan tidak bisa melaut. Oleh sebab itu pemerintah pusat harus turun tangan memberi bantuan.

"Memang sekarang dalam cuaca ekstrem ini kita punya dana cadangan Rp 2 triliun untuk petani dan nelayan yang mengalami kegagalan panen," katanya.
Selain itu Hatta menambahkan pihaknya memiliki bagian yang khusus mengurus kehidupan nelayan dan petani khususnya untuk pendidikan anak-anak. Menurutnya pendidikan anak nelayan dan petani perlu diperhatikan untuk memperbaiki taraf kehidupan.

"Kita tidak ingin generasi nelayan dan petani kita tidak meningkat kualitas hidupnya. Makanya pendidikan anak-anak nelayan dan petani harus diperhatikan. Karena kalau bermasalah pada income, biasanya anak jadi korban untuk bekerja. Itu tidak boleh terjadi," tegas Hatta.

Selain itu, pemerintah pusat juga menyiapkan dana cadangan untuk alokasi pangan beras senilai Rp 2 triliun. Dana tersebut disiapkan untuk mengantisipasi krisis pangan pasca bencana.

"Ada Rp 2 triliun lagi khusus untuk beras apabila ada gangguan," tandasnya.

Sementara itu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, kehidupan nelayan di Semarang diperburuk dengan masih adanya air rob yang menggenangi pemukiman nelayan. Pemerintah Kota Semarang sudah memiliki program sabuk pantai dengan pemerintah Provinsi, namun hal itu tetap masih memerlukan bantuan dari pemerintah pusat.

"Ombak di Tambaklorok semakin hari semakin besar. Saya harap jangan hanya sabuk pantai tapi dibuat metode teknis yang punya kekuatan baik," kata Hendrar. (detikfinance/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru