Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Harga Getah di Tapteng Berpluktuasi Sepekan Terakhir

- Selasa, 28 Oktober 2014 19:22 WIB
485 view
Tapteng (SIB)- Harga getah karet di Kabupaten Tapanuli Tengah berfluktuasi dalam sepekan terakhir. Bila minggu lalu, harga karet mendekati Rp.6000/kilogram, sedangkan dalam minggu ini harganya mencapai Rp.7000/kilogram.

Naik turunnya harga karet belum diketahui faktor penyebabnya. Kadis Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Tapteng Darmi Siahaan yang dihubungi SIB , Senin ( 27/10) mengaku tidak mengetahui apa penyebab fluktuasi harga karet di Tapteng.

Namun pihaknya mengaku belum memantau kondisi pasar, dan belum ada mengecek ke pabrik penampung. Namun Kadis menduga-duga, naik-turunnya harga karet dipengaruhi situasi pasar, seperti tinggi atau rendahnya permintaan terhadap karet.

Di pihak lain naiknya harga karet, dari Rp 6000 menjadi Rp 7000 itu disambut positif petani karet. Mereka mengaku merasa gembira, meski memang dulunya harga karet sangat tinggi mencapai Rp.20.000/kilogramnya. Namun dengan posisi harga Rp. 7000 hasil yang mereka peroleh mampu menafkahi keluarga.

D br Panggabean (52), warga Kecamatan Sitahuis,Tapanuli Tengah, menyebutkan , harga karet naik dari Rp 6.300 menjadi Rp 7300/ kilogram untuk karet kering. Sementara Rp.6000 menjadi Rp.6300 untuk karet basah.

Demikian, H Hutagalung (45) warga Kecamatan Pinangsori, Tapanuli Tengah yang menyebutkan harga karet naik dari Rp. 6000 menjadi Rp.6.800/kilogramnya.

Para petani karet ini berharap harga karet terus naik atau setidaknya bertahan supaya bisa sebanding dengan ongkos produksi dengan hasil yang didapat. Sebab jika Rp 6000, hanya bisa memenuhi belanja di rumah. Namun mereka juga berharap supaya pemerintah daerah turut memantau harga komoditas perkebunan yang mayoritas dikerjakan masyarakat Tapanuli Tengah itu. (E6/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak