Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Menteri Susi: Bandara Kecil Solusi bagi Nelayan

- Rabu, 29 Oktober 2014 20:58 WIB
301 view
Jakarta (SIB)- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi menilai masalah terbesar dari sektor perikanan saat ini adalah akses nelayan dari tempat penangkapan ke pasar. Kesulitan ini membuat nilai hasil tangkap nelayan menurun hingga 10 persen. "Banyak yang mati, jadi nilai tangkapannya menurun," kata dia saat ditemui di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Selasa, (28/10).

Menurut Susi, perbaikan dan pembangunan sarana transportasi di daerah terkecil dapat membantu nelayan menembus mata rantai pasar. Nelayan diharapkan dapat langsung menjual hasil tangkapannya ke pasar dengan kondisi hasil tangkapan masih hidup. "Saya dorong pemerintah daerah untuk berinvestasi dengan membangun bandara kecil," ujarnya.

Bandara kecil, dinilai Susi, dapat menjadi satu cara menjaga hasil tangkapan nelayan tetap hidup hingga di pasar. Investasi yang diperlukan pun tak membutuhkan biaya yang besar. "Cukup memperbaiki landasan pacu saja, tak perlu sampai Rp 10-20 miliar," kata dia.

Susi mencontohkan, dulu pengangkutan lobster menggunakan kapal feri dari Pulau Simeuleu, Aceh, membutuhkan waktu sembilan jam menuju Medan, Sumatera Utara. Jarak tempuh yang cukup lama, kata Susi, membuat hasil tangkapan banyak yang mati. "Nelayan jadi rugi banyak," katanya.

Harga lobster dari daerah Simeuleu, kata Susi, hanya mencapai Rp 30-40 ribu karena kondisi yang sudah mati. "Kalau masih hidup nilainya kan lebih besar dan memberikan nilai tambah bagi nelayan," ujar Susi. (Tempo.co/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak