Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Kemendag Dorong Indonesia Menjadi Pusat Fesyen Muslim

- Kamis, 30 Oktober 2014 20:11 WIB
205 view
Jakarta (SIB)- Kementerian Perdagangan mendorong Indonesia menjadi pusat fesyen muslim dunia, salah satunya melalui diluncurkannya fesyen muslim pada ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 yang akan diselenggarakan pada Februari-Maret 2015.

"Ini merupakan langkah awal Kementerian Perdagangan mengimplementasikan dukungan dalam pengembangan fesyen muslim tanah air menuju pasar global," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak, saat peluncuran fesyen muslim dalam ajang IFW 2015, di Jakarta, Rabu.

Nus mengatakan, fesyen Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan agar Indonesia menjadi pusat mode di kawasan regional sampai di tingkat global, dan kali ini Kemendag akan berpartisipasi pada zona khusus produk fesyen muslim di ajang tahunan tersebut.

"Kekayaan budaya Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi tak terbatas bagi pelaku fesyen Indonesia untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasinya," ujar Nus.

Menurut Nus, peluang pasar industri fesyen muslim sudah semakin besar karena terjadi peningkatan jumlah masyarakat kelas menengah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, dan hal tersebut menjadi salah satu faktor meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap fesyen.

IFW 2015 rencananya akan berlangsung pada 26 Februari-1 Maret 2015 di Jakarta Convention Center dengan mengangkat tema "Bisnis dan Inovasi", dan juga mengangkat keunikan budaya mode Indonesia.

Nilai ekspor produk fesyen sendiri pada 2013 mencapai 11,78 miliar dolar AS. Sementara pada periode Januari-Juli 2014 sebesar 8,47 miliar dolar AS atau mengalami kenaikan 17,30 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013.

Sementara tren pertumbuhan ekspor produk fesyen selama 2009-2013 mengalami pertumbuhan positif sebesar 10,59 persen per tahun.

Adapun lima negara utama tujuan ekspor produk fesyen Indonesia pada periode Januari-Juli 2014 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor 2,98 miliar dolar AS dan pangsa pasar 35,23 persen, Jepang 530 juta dolar AS atau 6,26 persen, Afrika Selatan 526 juta dolar AS atau 6,22 persen, Jerman 501 juta dolar AS atau 5,92 persen, dan Uni Emirat Arab 416 juta dolar AS atau 4,91 persen.

"Melihat potensi tersebut, maka produk fesyen muslim Indonesia yang ditampilkan pada zona khusus IFW 2015 diharapkan menjadi highlight yang menunjukkan inovasi serta mengangkat keragaman budaya lokal dengan citra global sebagai inspirasi fesyen muslim internasional," tambah Nus.

Sebagai bentuk dukungan kepada industri fesyen Indonesia, Kemendag telah melakukan program pengembangan fesyen yang diarahkan pada penciptaan nilai tambah produk melalui peningkatan kualitas dan desain produk fesyen, peningkatan  capacity building, serta peningkatan jejaring bisnis berkelanjutan bagi pelaku fesyen dengan para  buyer, baik di dalam maupun luar negeri.

"Terkait dengan pelaksanaan kegiatan IFW 2015, Kemendag juga membantu menginformasikan kepada buyers potensial melalui perwakilan perdagangan di luar negeri sehingga dapat membuka peluang pasar bagi produk-produk fesyen Indonesia, termasuk produk fesyen muslim," lanjut Nus.

Melalui IFW, para pelaku fesyen Indonesia diharapkan juga dapat melihat perkembangan arah mode agar dapat terus mengembangkan kreativitas dalam penciptaan produk yang berdaya saing tinggi. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak