Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Puluhan Tahun RI Tak Bangun Kilang Baru, Eksplorasi Sumur Minyak Minim

*Pemerintah Jokowi Komit Bangun Kilang Agar RI Tak Tergantung BBM Impor
- Senin, 03 November 2014 19:09 WIB
380 view
Jakarta (SIB)- Kurangnya kegiatan eksplorasi membuat kegiatan pengeboran hanya bisa mengandalkan lapangan-lapangan minyak yang sudah tua. Diperparah dengan konsumsi yang tinggi, cadangan minyak nasional terus menurun dan akan habis dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Fraski Partai Golkar, Satya W Yudha tidak adanya penemuan baru dikarenakan oleh rendahnya komitmen perusahaan dalam melakukan eksplorasi atau pencarian sumber-sumber minyak baru di Indonesia.

"Tak ada penemuan itu juga karena beberapa perusahaan penambang yang dalam KKKS itu tidak menujukkan komitmennya," terang dia dalam diskusi di Pisa Cafe, Jakarta, Sabtu (1/11).

Ia mencatat, dari 133 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)? yang berkomitemen melakukan pengeboran di beberapa wilayah Indonesia kurang dari setengahnya yang dapat merealisasikan komitmen pengeboran tersebut.

Hanya sekitar 60-an saja, kata dia, yang melaksanakan komitmennya untuk mengerjakan aktifitasnya penambangan selama tiga tahun pertama. Jumlahnya pun semakin menyusut menjadi hanya 33 kontraktor saja pada tiga tahun ke dua.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan permasalahan tersebut. "Ini buktinya bahwa dari sekian KKKS itu tadi didominasi para pemburu rente, ini yang harus dicatat bagi pemerintah sekarang," tegas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said menjelaskan bahwa pemerintah akan lebih selektif dalam menunjuk mitra teksin terkait kegiatan usaha minyak di sektor hulu seperti seperti eksplorasi dan eksploitasi.

"Hulu nantinya harus diberikan pihak-pihak yang punya kemampuan. Kita akan jaga, jangan sampai pemain hulu jatuh pada pemburu rente. Mereka beli lapangan kemudian berdagang saja tidak dieksplorasi," tegasnya.

Satu minggu menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengaku langsung menelusuri biang keladi yang menyebabkan minimnya pembangunan kilang BBM di Indonesia.

Hasil penemuannya, justru berbuah hasil mencengangkan. Ternyata permasalahannya justru datang dari internal Kementerian ESDM sendiri di masa sebelumnya.

"Saya sudah tanya ke Pak Bambang (Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro). Beliau bilang Kementerian Keuangan selalu mendorong Kementerian ESDM untuk membangun kilang minyak. Tapi Kementerian ESDM kurang mendukung dengan adanya pembangunan kilang minyak," sebut Sudirman.

Berbekal informasi tersebut, ia lantas menggelar rapat dengan internal pejabat Kementeriannya. Jawaban yang diperoleh tak kalah lucu. Sudirman mengatakan ada kesalahan sudut pandang yang diterapkan pemerintah (SBY-Boediono-red) selama ini dalam melihat pembangunan kilang tersebut.

Jawaban yang diperolehnya saat itu dari jajarannya adalah, pembangunan kilang minyak memiliki tingkat pengembalian investasinya atau Internal Rate of Return (IRR) sangat rendah.

"Langsung saya tegur. Kalau bicara IRR itu pedagang, ini negara. Negara mikirnya kalau IRR rendah, bagaimana cara memberikan insentif ke mereka para pedagang. Jangan karena IRR rendah terus kita nggak jalan," tegas dia.

Untuk itu, pada pemerintahan ini, ia berkomitmen untuk membangun Kilang Minyak agar Indonesia tidak lagi bergantung pada BBM impor. Ia mengaku saat ini sudah memiliki visi yang sama dengan Kementerian Keuangan.

Ia pun mengaku akan meminta dukungan kepada DPR untuk selalu membantu program-program pemerintah ke depannya "Insya Allah akan ada suasana yang berbeda dibanding pemerintahan sebelumnya," pungkas dia. (detikfinance/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak