Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Menteri Energi: BBM Murah Bikin Masyarakat Malas

*Rencana Kenaikan Harga BBM Antara Rp 2000 Hingga Rp 3000/ Liter
- Senin, 03 November 2014 19:09 WIB
430 view
Menteri Energi: BBM Murah Bikin Masyarakat Malas
Jakarta (SIB)- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan harga bahan bakar minyak yang murah menyebabkan masyarakat malas dan enggan keluar dari zona nyaman. “Presiden Jokowi akan melakukan pekerjaan sulit karena membuat masyarakat keluar dari zona nyaman,” katanya dalam diskusi tentang ketahanan energi di Kafe Pisa, Jakarta, Sabtu (1/11).

Pemberian subisidi, kata Sudirman, menyebabkan harga jual BBM di Indonesia lebih murah daripada harga pasar. Namun hal ini tidak disadari oleh masyarakat. Akibatnya, konsumsi BBM terus boros, sehingga impor minyak terus melonjak. "Sikap ini yang menyebabkan kita bergantung pada impor. Tidak mau repot, nyaman saja dengan kondisi yang ada saat ini,” ujarnya.

Sudirman mengatakan kenaikan impor minyak tidak dibarengi kenaikan produksi di dalam negeri. Apalagi saat ini rata-rata usia kilang milik Pertamina di atas 30 tahun, sehingga produksi BBM di dalam negeri sulit berkembang. “Kita hanya bisa menghasilkan produk bernilai tambah rendah. Untuk yang kualitasnya tinggi harus impor,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Sudirman berharap masyarakat bisa memahami kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi yang akan ditempuh pemerintah. Upaya itu, kata dia, bisa memacu pertumbuhan ekonomi nasional. "Rencana kenaikan BBM harus dipahami masyarakat," uajrnya.

Kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi satu kebijakan awal yang dinanti dari pemerintahan Presiden Jokowi. Mengingat beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin berat karena subsidi yang terus membengkak.

Mohammad Ikhsan, Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), menyebutkan kebijakan ini memang sangat dibutuhkan. Namun penting pula memperhatikan perkembangan politik.

Jika situasi politik mendukung, pemerintah bisa menaikkan harga BBM Rp 2.000/liter dan kemudian menaikkan lagi pada tahun depan. Kenaikan harga BBM 2 kali dalam waktu yang tidak terlalu lama aman dilakukan ketika kondisi politik kondusif.

"Kalau mau gradual, bisa mulai dengan (kenaikan harga) Rp 2.000/liter kemudian tahun depan dinaikkan lagi. Tapi apa kita yakin komitmen dari politisi?" ujarnya, Minggu (2/11).

Namun jika situasi politik kurang bagus, lanjut Ikhsan, sebaiknya kenaikan harga BBM cukup sekali saja. Besarannya bisa langsung Rp 3.000/liter. "Jadi memang harus ada komitmen politisi juga, paling tidak dalam koalisi pemerintah. Kalau tidak, ya hajar saja langsung Rp 3.000/liter," tegasnya.

Menurutnya, pemerintahan Jokowi juga harus belajar dari pemerintahan sebelumnya. Di mana sudah merencanakan kenaikan harga secara bertahap selama 5 tahun hingga semakin dekat dengan harga keekonomian. "Dulu juga mau gradual. Tapi kan tidak terealisasi," ujarnya.

Untuk dampak terhadap inflasi, dari berbagai kajian sudah diketahui, bahwa inflasi yang dirasakan berat hanya jangka pendek. Sedangkan jangka panjang diproyeksikan lebih stabil.

"Kalau dampak inflasi, hanya jangka pendek. Tapi kan ini lebih banyak soal pengambilan kebijakannya. Berapa yang seharusnya," kata Ikhsan. (Tempo.co/detikfinance/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak