Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Tiongkok Bebaskan Pajak Bisnis untuk Garuda Indonesia

- Kamis, 06 November 2014 21:22 WIB
315 view
Beijing (SIB)- Pemerintah Tiongkok akhirnya membebaskan pajak bisnis untuk maskapai Garuda Indonesia, setelah sepuluh tahun maskapai nasional Indonesia beroperasi di Negara Panda tersebut.

Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo kepada Antara di Beijing Rabu mengatakan, kesepakatan itu telah diberikan Pemerintah Tiongkok dan segera akan diberlakukan tahun depan.

Indonesia dan Tiongkok telah menyepakati kerja sama penerbangan dengan penandatanganan "Agreement between the Government of The Republic of Indonesia" dan "the People`s Republic of China for The Avoidance of Double Taxation and the Prevention of Fiscal Evasion with Respect of Tax Income" pada 7 November 2001.    

Berdasar ketentuan pasal 8 dalam kesepakatan itu, maskapai Garuda Indonesia yang melayani rute ke Beijing, Shanghai dan Guangzhou, tidak dikenakan pajak perusahaan, namun dikenakan pajak bisnis sebesar tiga persen dari penjualan bersih Garuda Indonesia di tiga kota tersebut. 

Padahal maskapai asing lainnya yang beroperasi di Tiongkok tidak dikenakan pajak bisnis. Akibatnya, daya saing Garuda menjadi kurang dibandingkan maskapai asing lainnya yang beroperasi di Negeri Panda itu. 

Sementara, Pemerintah Indonesia tidak menerapkan pajak bisnis terhadap maskapai Air China untuk beroperasi di Indonesia. 

"Dengan peniadaan pajak bisnis tersebut, maka Garuda Indonesia akan semakin kompetitif di Tiongkok, dan semakin maksimal menjembatani masyarakat kedua bangsa, dan makin mengeratkan hubungan masyarakat kedua bangsa, Indonesia dan Tiongkok," kata Dubes Soegeng.

Sementara Manajer Umum Garuda Indonesia Beijing Asa Perkasa mengatakan penghapusan pajak bisnis akan sangat mendorong perusahaan penerbangan itu untuk berkompetisi dalam menggarap pasar Tiongkok yang sangat prospektif. 

"Tiongkok sebagai negara yang tengah tumbuh dengan pesat, khususnya di sektor ekonomi, merupakan pasar yang sangat potensial untuk digarap," ucapnya.      

Asa menambahkan, "jalur penerbangan ke Tiongkok selain untuk kepentingan pariwisata, juga mendukung kegiatan bisnis antara pelaku bisnis kedua negara. Jadi sangat potensial dan prospektif pasar Tiongkok ini."

Untuk memaksimalkan pangsa pasar Tiongkok yang besar, Garuda Indonesia mulai membuka layanan "charter flight" dari sepuluh kota di Tiongkok dengan tujuan Bali, dan kota lainnya di Tiongkok untuk tujuan Manado serta Bali. (Ant/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak