Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Pertama dalam Sejarah RI, Presiden Jokowi Lelang Jabatan Dirjen Pajak

- Selasa, 11 November 2014 20:02 WIB
395 view
Jakarta (SIB)- Untuk kali pertama, jabatan unit eselon I Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan akan dilelang. Bagi siapa saja yang ingin mendaftar, harap segera mempersiapkan dirinya.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Kiagus Badaruddin saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (10/11).

Proses pendaftaran akan diumumkan pada situs resmi Kemenkeu. "Dalam 2 hari ke depan sudah diumumkan," sebutnya. Pengumuman akan mencakup persyaratan pendaftaran untuk menjadi Dirjen Pajak. Mulai dari pendidikan hingga pengalaman kerja. Diharapkan calon yang mendaftar pernah berkecimpung di dunia perpajakan.

"Nanti tunggu pengumuman. Syarat pokoknya ada pendidikan S2, dan harus punya pengalaman di bidang perpajakan," jelas Badaruddin.

Sementara dari proses administrasi akan berlanjut ke tahapan seleksi. Proses seleksi akan dilakukan oleh panitia dari internal Kemenkeu dan eksternal. "Dari internal ada Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo sebagai ketua. Saya sebagai wakil ketua," katanya.

Saat ini, Fuad Rahmany masih menjabat sebagai Dirjen Pajak. Namun dalam waktu dekat, Fuad akan memasuki masa pensiun.

Sebelum menjadi Dirjen Pajak, Fuad sempat menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Fuad mulai menjadi Dirjen Pajak pada 2011. Kala itu, Fuad menggantikan M Tjiptardjo yang memasuki usia pensiun.

Fuad memperoleh gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia. Kemudian Fuad mengambil program Master of Art dari Duke University, Amerika Serikat (AS) dan lulus pada 1987. Selanjutnya, Fuad mengambil program doktoral di Vanderbilt University, Tennesee, AS.

Proses seleksi calon Dirjen Pajak itu melibatkan berbagai pihak, sampai mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari luar Kemenkeu, lanjut Badaruddin, pertama adalah Darmin Nasution. Darmin adalah mantan Dirjen Pajak periode 2006-2009. Terakhir, Darmin menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) sebelum digantikan oleh Agus Martowardojo pada 2013.

Kedua, tambah Badaruddin, adalah Taufiequrachman Ruki. Ruki pernah menduduki posisi Ketua KPK pada 2003-2007 sebelum digantikan oleh Antasari Azhar. Ruki juga pernah menjadi salah satu pimpinan di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Ketiga, kata Badaruddin, yaitu Prijono Tjiptoherijanto. Prijono adalah Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) yang kerap menyoroti isu perpajakan.

Menurut Badaruddin, ketiga orang tersebut sudah teruji dari sisi keilmuan dan integritas. Sehingga layak memilih orang nomor satu di Ditjen Pajak. "Mereka adalah orang-orang yang memiliki integritas dan kapabilitas," ujarnya. (detikfinance/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak