Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 21 September 2026

PTPN Group Ekspor Perdana Karet Alam Berkelanjutan Sesuai Standar Uni Eropa

Ir Parluhutan Simarmata - Selasa, 09 Juli 2024 15:25 WIB
848 view
PTPN Group Ekspor Perdana Karet Alam Berkelanjutan Sesuai Standar Uni Eropa
Foto: Dok/Humas PalmCo Regional I
EKSPOR PERDANA: Manajemen PTPN Grup melepas ekspor perdana karet alam berkelanjutan sesuai dengan standar Uni Eropa (EUDR) melalui Pelabuhan Belawan, Selasa (9/7/2024).
Medan (harianSIB.com)
PT Perkebunan Nusantara IV, anak Perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), melakukan pengiriman perdana karet alam berkelanjutan yang telah melalui proses due diligence sesuai aturan bebas deforestasi Uni Eropa (European Union Deforestration Regulation/EUDR).

Karet Standard Indonesian Rubber (SIR) produksi PTPN Group akan menjadi bahan baku berbagai produk seperti ban yang akan diekspor ke Uni Eropa. Pengiriman perdana dilakukan di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Selasa (9/7/2024).

Sebelumnya, produk karet alam produksi PTPN Group telah mendapatkan sertifikasi seperti ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, RubberWay dan EcoVadis. Hal ini menunjukkan PTPN Group telah melakukan praktik-praktik budidaya karet alam yang berkelanjutan.

Sistem manajemen perusahaan yang telah menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social and Governance) juga mempermudah proses pemenuhan kriteria due diligence EUDR pada produk karet milik PTPN Group.

Menghadapi tantangan implementasi EUDR, adalah inisiatif baru Uni Eropa untuk membatasi deforestasi yang disebabkan oleh kegiatan pertanian di seluruh dunia pada beberapa komoditas seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, kedelai, kayu, hingga daging.

EUDR akan diimplementasikan pada Januari 2025 untuk perusahaan besar dan pertengahan tahun 2025 untuk produk petani rakyat. Pada komoditas karet, aturan ini akan berpengaruh pada 11 juta hektare perkebunan karet di seluruh dunia. Hal ini perlu diantisipasi oleh Indonesia, pasalnya Indonesia adalah produsen karet alam nomor dua di dunia setelah Thailand.

Bagi perusahaan besar seperti PTPN Group, proses due diligence EUDR bukan menjadi masalah besar. Kebun karet PTPN sudah berkali-kali disertifikasi oleh berbagai pihak dan telah menerapkan sistem traceability atau ketertelusuran yang terintegrasi dalam skema e-farming.

"Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi PTPN karena produk karet kita mampu telusur sebab berasal dari kebun sendiri," ungkap Dwi Sutoro, Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara.


Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru