Medan(harianSIB.com)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah 0,94 persen di level 7.097,057 dan bergerak di zona merah sepanjang perdagangan.
Pelemahan ini dipicu oleh koreksi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, BBNI hingga TLKM, dengan sektor perbankan terpantau kompak mengalami penurunan. Di sisi lain, nilai tukar rupiah turut tertekan dan mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS.
Hal ini diungkapkan Ekonom Gunawan Benyamin, Jumat (27/3/2026).
Disebutnya, pada penutupan perdagangan, rupiah berada di posisi Rp16.960 per dolar AS. Kinerja IHSG ini berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia yang justru mampu mencatatkan penguatan, meskipun sebelumnya IHSG sempat menguat pada perdagangan hari Rabu(25/3/2026).
Baca Juga:
Sentimen negatif pasar turut dipicu oleh kabar tertahannya dua kapal tanker milik Pertamina di
Selat Hormuz, serta lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga minyak jenis Brent naik ke kisaran 109,7 dolar AS per barel.
Sementara itu, harga emas juga tercatat meningkat ke level 4.432 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,4 juta per gram, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi risiko global.(*)
Editor
: Robert Banjarnahor