Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 05 Juni 2026

Rupiah Tembus Rp18.050 per Dolar AS, Kenaikan Harga Minyak dan Geopolitik Timur Tengah Tekan Pasar

Nelly Hutabarat - Jumat, 05 Juni 2026 11:54 WIB
144 view
Rupiah Tembus Rp18.050 per Dolar AS, Kenaikan Harga Minyak dan Geopolitik Timur Tengah Tekan Pasar
Foto: news.fin
Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (3/6/2026).

Medan (harianSIB.com)

Sentimen negatif kembali menyelimuti pasar keuangan domestik. Lonjakan harga energi dunia serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi lonjakan inflasi global.

Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin mengatakan, harga minyak mentah dunia terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Minyak mentah jenis WTI yang pada akhir Mei masih berada di kisaran 86 dolar AS per barel, kini telah menembus sekitar 93 dolar AS per barel. Kenaikan tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatnya biaya produksi dan tekanan inflasi di berbagai negara.

Di tengah kondisi tersebut, nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (5/6/2026) pagi, kembali tertekan dan melemah ke level Rp18.050 per dolar AS. Menurut Gunawan, pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya sikap hati-hati investor yang masih mencermati berbagai sentimen global. Salah satunya adalah spekulasi mengenai kemungkinan penurunan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, meskipun saat ini status Indonesia masih berada dalam kategori layak investasi (investment grade).

Kondisi tersebut mendorong sebagian investor mengalihkan dana ke instrumen yang dinilai lebih aman, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Juga:
Tekanan juga terlihat di pasar saham regional. Mayoritas bursa saham Asia bergerak di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat dibuka menguat di level 5.846, akhirnya berbalik arah dan terkoreksi hingga diperdagangkan di bawah level psikologis 5.800.

Sementara itu, harga emas dunia justru mengalami penurunan ke kisaran 4.450 dolar AS per ons troy. Pelemahan harga emas terjadi karena pasar mulai mengantisipasi kemungkinan suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama seiring tekanan inflasi yang belum mereda.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
IHSG Menguat 1,11 Persen, Rupiah Kembali ke Rp17.835 per Dolar AS
Jelang Rilis Data Inflasi, Rupiah Kian Dekati Level 18.000 per Dolar AS
LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Rupiah Rp6 Persen, Valas 2 Persen
Rupiah Terus Melemah, IHSG Berbalik ke Zona Hijau
Timbul Raya Manurung Usul BI Wajib Serap 50 Persen Produksi Emas Nasional
Rupiah Menguat Tajam Usai BI Naikkan Suku Bunga, IHSG Tetap Melemah
komentar
beritaTerbaru