Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

PT Angkasa Pura II Berencana Membuat KNIA Jadi Bandara Berkonsep Aerotropolis

- Kamis, 20 Februari 2014 19:02 WIB
937 view
PT Angkasa Pura II Berencana Membuat KNIA Jadi Bandara Berkonsep Aerotropolis
SIB/Int
Gubsu H Gatot Pujo Nugroho berbincang-bincang dengan sejumlah petinggi PT Angkasa Pura II yang dihadiri, seperti Direktur Keuangan Laurensius Manurung , Direktur Operasi Kebandaraan Endang A Sumiarsa, General Manager KNIA HT Said Ridwan, ST, MM dan Liaso
Medan (SIB)- Pemprovsu  mendukung pengembangan Bandara Internasional Kuala Namu menjadi modern airport berkonsep  Bandara Aeprotropolis. Konsep yang menggabungkan antara airport city dengan kawasan yang terintegrasi ini akan memberi efek berganda mendorong pertumbuhan ekonomi Sumut. Dengan lokasi yang strategis dan areal yang masih luas  Kuala Namu lebih berpeluang dikembangkan menjadi Bandara aerotropolis seperti di Eropa dan Amerika Serikat.

Gubsu H Gatot Pujo Nugroho mengungkapkan Pemprovsu akan mendukung sepenuhnya rencana PT Angkasa Pura untuk menjadikan Kuala Namu International Airport (KNIA) sebagai model Bandara Aerotropolis di Indonesia. “Kami menyambut gembira rencana ini,” ujar Gubsu saat menerima audiensi PT Angkasa Pura II yang dihadiri Direktur Keuangan Laurensius Manurung, Direktur Operasi Kebandaraan Endang A Sumiarsa, General Manager KNIA HT Said Ridwan ST MM dan Liason Officer Kehumasan HM Wasfan W Widodo di Kantor Gubsu.

Gubsu mengungkapkan, pihaknya memang sudah memiliki visi pengembangan Kualanamu yang diintegrasikan dengan Pelabuhan Belawan. “Kita menginginkan KualaNamu terintegrasi dengan Kawasan Belawan, dengan dukungan kawasan bisnis dan perumahan sehingga menjadi kota baru,” kata Gubsu.

Laurensius dalam kesempatan itu menjelaskan kepada Gubsu bahwa Kuala Namu akan dikembangkan sebagai pintu gerbang utama Indonesia dengan konsep Aerotropolis.

Menurutnya, peluang keberhasilannya lebih besar, mengingat kawasan Bandara Kuala Namu masih memungkinkan dikembangkan. Berbeda dengan Bandara Soekarno Hatta yang sulit dikembangkan karena minimnya lahan dan sudah banyaknya pembangunan dilakukan di sekitar kawasan.

Namun untuk mewujudkan konsep Aerotropolis tersebut perlu disinergikan dengan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah. Konsep pengembangan Kualanamu sebagai Bandara dengan konsep aertropolis hendaknya masuk dalam RTRW Provinsi Sumatera Utara yang saat ini dalam proses finalisasi.

Dijelaskannya, bandara akan memberikan kontribusi 5 persen bagi Produk Domestik Bruto (PDB) daerah. Namun apa bila dengan konsep Aerotropolis, akan memberi dampak multiplier effect yang tinggi bagi perekonomian daerah sehingga dapat memberi kontribusi diperkirakan 15-30% bagi PDB daerah.

(A16/x)



.(Poto SIB/Ist)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru