Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 23 Agustus 2026

Meski ‘Digoyang’ Soal Persediaan Daging Lebaran, Menteri Pertanian Amran Tak Diganti

* Ini Kata Novanto Terkait Lengsernya Sudirman Said
- Kamis, 28 Juli 2016 09:51 WIB
218 view
Meski ‘Digoyang’ Soal Persediaan Daging Lebaran, Menteri Pertanian Amran Tak Diganti
Jakarta (SIB)- Selain Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman adalah salah satu anggota Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla yang kerap 'digoyang' menjelang reshuffle jilid II. Amran dianggap tak mampu mengatasi ketersediaan daging di saat bulan Ramadan sampai Lebaran yang baru lewat.

Adalah Anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Maman Imanulhaq yang mendesak agar Amran dicopot dari jabatannya. "Soal masalah daging yang tidak bisa terpenuhi. Beberapa kementerian yang berhubungan dengan daging yang perlu direshuffle. Misal Mentan, Pak Amran berkali-kali membicarakan soal harga daging, bukannya itu kewenangan Mendag? Dia kan tugasnya harus menjamin ketersediaan, tapi tidak bisa memenuhi juga," kata Maman kepada wartawan, Kamis.

Saat kabar reshuffle santer berhembus dua bulan lalu, Menteri Amran mendapatkan 'serangan' bertubi-tubi. Amran dianggap bertanggung jawab atas tingginya harga daging sapi di bulan Ramadan dan Lebaran, pembukaan impor jeroan sapi dan daging kerbau.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan susunan baru Kabinet Kerja. Ada 4 menteri yang bergeser posisi dan 9 wajah baru di kabinet. Nama Amran Sulaiman tidak termasuk menteri yang dicopot atau pun digeser oleh Jokowi.

Pada Kamis 14 Juli, Presiden Jokowi memuji Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Menurut Jokowi, Amran menjalankan tugasnya dengan baik hingga turun ke desa-desa demi mengamankan harga pangan.

Ini terjadi saat Amran mau mengamankan harga bawang merah yang tinggi, dengan memasok bawang dari sentra-sentra bawang di Jawa, seperti Brebes dan Nganjuk.

"Menteri Pertanian mengatasi bawang dengan mengeluarkan duit sendiri, bahkan juga untuk menyediakan truk untuk membawa bawang itu ke sini (Jakarta)," kata Jokowi dalam pertemuan dengan redaktur media massa di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/7).

Begitulah, isyarat bahwa Amran tak akan dicopot dari jabatannya sudah disampaikan oleh Presiden Jokowi dua pekan lalu.

Ini Kata Novanto
Sudirman Said telah meninggalkan jabatannya sebagai Menteri Ekonomi Sumber Daya Manusia (ESDM). Mantan seteru Sudirman Said pada kasus "Papa Minta Saham" Setya Novanto turut menanggapi keputusan presiden tersebut.

"Itu adalah penilaian dari Presiden dan masyarakat," ujar Novanto di Jakarta Conventions Center, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/7).

Novanto menyampaikan hal tersebut di sela-sela agenda Rapimnas partai Golkar. Ia enggan berkomentar banyak soal kepastian dicopotnya Sudirman Said oleh Jokowi.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu, Setya Novanto dan Sudirman Said saling tekan soal kasus pencatutan nama Presiden dan mantan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan terkait kasus Freeport. Dalam kasus ini Novanto sebagai Ketua DPR diduga melakukan pelanggaran kode etik. Akibatnya, melalui sidang Mahkamah Kehormatan Dewan, Novanto harus lengser dari jabatannya sebagai ketua DPR.

Sudirman Said sendiri sebelum lengser, dia menyampaikan pesan bijak terakhir untuk para pegawai Eselon II dan I di Kementerian ESDM.

"Setelah kita ada di puncak bukit, hanya ada satu jalan ke depan. Karena itu setiap sampai di puncak bersiaplan turun setiap saat," kata Sudirman di Kementerian ESDM, Selasa (27/7).

Sudirman memang sudah berpamitan pada para pegawai. Sejak semalam, dia juga sudah sibuk berkemas. Dalam akun twitternya semalam, Sudirman juga menyampaikan kepastian bahwa dia masuk dalam salah satu menteri yang diganti.

Berikut pernyataan Sudirman selengkapnya:
"Setelah kita ada di puncak bukit, hanya ada satu jalan ke depan. Karena itu setiap sampai di puncak bersiaplan turun setiap saat. Dalam urusan jabatan turun yang baik adalah turun dengan selamat, terjaga harga diri dan kehormatan. Dan saya mengajak kita semua untuk menjaga kehormatan dan harga diri, agar pada waktunya kita dapat turun dengan selamat". (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru