Medan (SIB)- Diketahui sedikitnya empat orang terluka akibat kerusuhan di Desa Aek Badak, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (19/9) malam. Informasi diperoleh, dua di antaranya mengalami luka tembak.
Ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa (20/9) malam, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, keempat korban yakni Zul Lubis (19) yang mengalami luka robek di kepala bagian kiri, Bargot Pulungan (35) tertembak senapan angin di pinggul kiri, Idris (36), luka di kening, serta Saripada Nasution mengalami luka tembak di lengan kiri atas.
Disebutkan, keempat korban merupakan warga Desa Aek Badak, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Selain tidak ada korban jiwa, keempat korban luka diketahui tidak perlu dirawat di rumah sakit.
Ditambahkan, selain empat korban luka empat unit rumah di Desa Huta Pardomuan, Kecamatan Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan, rusak. Rumah yang rusak itu masing-masing milik Pahami Siagian (65), Alarik Nainggolan (65), Marojahan Simangunsong (74) dan Marjulu Hasiholan Simanjuntak (84) karena dilempari saat kerusuhan terjadi.
Dijelaskan, peristiwa itu diduga berawal dari warga Desa SihepengTolu, Kecamatan Siabu, yang keberatan dengan kata-kata yang diunggah pemilik akun Facebook berinisial TDS, warga Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayur Matinggi. Diduga, perkataan dalam akun itu dianggap melecehkan agama tertentu.
"Warga lantas berkumpul untuk mencari pemilik akun Facebook berinisial TDS itu. Tak hanya itu, warga juga berencana menyerang ke Desa Huta Pardomuan, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan," ujarnya.
Pada Hari Senin sekira pukul 21.00 WIB, tambahnya, sekitar 60 warga Desa Sihepeng Tolu menyerang Desa Huta Pardomuan dengan mengendarai sepedamotor. Namun, katanya, aksi itu dihalau sejumlah personel Polres Mandailing Natal (Madina) yang sudah berjaga di lokasi.
"Lalu sekitar pukul 22.30 WIB, masyarakat Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, tiba-tiba ikut menyerang ke Desa Huta Pardomuan. Mereka terprovokasi oleh pergerakan masyarakat Desa Sihepeng," lanjutnya.
Berdasarkan informasi diperoleh massa menyerang rumah warga menggunakan batu dan kayu. Warga Desa Huta Pardomuan ketakutan dan bersembunyi di dalam rumah. Penyerangan itu kemudian dibubarkan personel gabungan dari Polres Tapsel dan Kodim 0212/TS. Saat itu, massa dihalau ke arah Kabupaten Madina.
"Malam itu juga petugas mengumpulkan para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mencegah warga Desa Aek Badak menyerang Desa Huta Pardomuan, serta menenangkan masyarakat agar tidak terprovokasi dan bersama menahan diri," jelasnya.
Saat ini, tegas mantan Kapolres Binjai itu, situasi di lokasi sudah kondusif dan sejumlah personel TNI dan Polri masih berjaga di lokasi.
Pantauan wartawan, Selasa (20/9) pagi siswa SD Negeri 101109 atau SD 1 di Aek Badak Julu, Tapsel tidak ada yang datang ke sekolah sebagaimana biasanya diduga kuatir akibat kerusuhan itu. Sementara SD 2 yang lokasinya berada di seberang jalan atau sekitar 500 meter dari sekolah ini proses belajar mengajar tetap berlangsung.
Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Roni Samtana kepada wartawan, Selasa (20/9), mengatakan, penyerangan terhadap rumah warga Desa Huta Pardomuan, Kecamatan Sayurmatinggi, Tapanuli Selatan, Senin (19/9) malam diduga dilakukan massa yang berasal dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
"Ratusan massa datang dari Kabupaten Madina dan langsung melakukan penyerangan di Desa Huta Pardomuan, Aek Badak," sebutnya.
Pihak kepolisian hingga saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap aktor intelektual kejadian itu termasuk akan memroses secara hukum pelaku yang membuat tulisan di akun Facebook yang menyulut kemarahan massa tersebut.
Sementara Ketua Komisis II DPRD Tapsel Drs Ali Adanan Nasution yang juga warga dan tokoh masyarakat di Aek Badak Julu mengatakan, menyayangkan peristiwa tersebut. "Saya berharap media sosial (Facebook-red) jangan disalahgunakan agar tidak memunculkan fitnah apalagi SARA," ujarnya.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kabupaten Tapanuli Selatan Hamdi Pulungan juga menyayangkan kejadian tersebut karena sebelumnya sudah ada pertemuan tokoh-tokoh masyarakat kedua belah pihak agar tidak terprovokasi dengan akun facebook dimaksud. Dalam pertemuan tersebut disepakati tidak akan terprovokasi, dan pihak kepolisian akan mengusut si pembuat akun facebook tersebut. (A16/E08/d)