Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026
Pilgub Sumut

Djarot Bersaing dengan Maruarar Sirait dan Effendi Simbolon

* KSAD Setujui Pensiun Dini Pangkostrad Edy Rahmayadi
- Kamis, 28 Desember 2017 09:24 WIB
1.369 view
Djarot Bersaing dengan Maruarar Sirait dan Effendi Simbolon
Medan (SIB) -Eks Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, masuk radar PDIP pada Pilgub Sumut. Masuknya nama Djarot ke radar ini disambut baik oleh PDIP Sumut.

"Bagi DPD Sumut, harapan ini menjadi suatu kehormatan untuk warga Sumut. Seandainya (Djarot) ditugaskan, ini menjadi kehormatan. Sumut menjadi perhatian nasional," kata Sekretaris DPD PDIP Sumut Soetarto saat dimintai konfirmasi, Rabu (27/12).

Ia mengatakan pengalaman Djarot di bidang pemerintahan sebelumnya bisa dipraktikkan di Sumatera Utara.

"Sehingga pengalaman beliau (Djarot) bisa dipraktikkan," imbuhnya.

Soetarto menjelaskan nama Djarot masih dalam penggodokan bersama nama-nama lain di lingkup internal PDIP pada Pilgub Sumut 2018, yakni Japorman, Maruarar, dan Effendi Simbolon.

"Ini masih dalam penggodokan," ujarnya.

Soetarto menerangkan, jika Djarot dipilih, pihaknya belum bisa berbicara mengenai wakilnya. Pasalnya, sosok yang menemani Djarot nantinya harus perlu dikaji.
"Kalau diusung Pak Djarot, wakilnya masih perlu dikaji. PDIP ingin memberikan yang terbaik untuk Sumatera Utara," tukasnya.

Sementara itu, Djarot yang juga Ketua DPP PDIP itu tengah mendatangi sejumlah daerah di Sumut, termasuk Danau Toba.

Dari foto yang diunggah di akun Instagram-nya, Djarot jalan-jalan ke Danau Toba bersama keluarga. Dalam posting-annya, Djarot memuji keindahan ikon Sumatera Utara ini.

"Indah Sekali Pemandangan di Danau Toba," puji Djarot dalam akun Instagram-nya.

Nama Djarot dalam bursa Pilgub Sumut muncul akhir-akhir ini menjelang injury time.

PENSIUN DINI
Sementara itu, salah satu figur yang turut meramaikan pilgubsu, Pangkostrad TNI Letjen Edy Rahmayadi, memutuskan pensiun dini dari TNI untuk mengikuti Pilkada Sumatera Utara. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono menyebut TNI AD tak akan melarang.

"Kalau politik tidak sesuai prosedur, kan nambah dosa," kata Mulyono di sela-sela acara Apresiasi PT PINDAD kepada Kontingen TNI AD AARM-27/2017 dan AASAM 17, di Energy Building SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (27/12).

"Pak Edy mengajukan itu (pengunduran diri) sedang proses, tinggal turunnya saja," sambungnya.

Mulyono mengatakan dia juga telah menyetujui pengunduran diri rekannya tersebut. Saat ini pengunduran diri Letjen Edy hanya tinggal menunggu persetujuan dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Menurutnya, tidak ada masalah anggota TNI terjun ke dunia politik jika dibutuhkan oleh masyarakat dan negara. Selama usia kerjanya sudah memenuhi untuk melakukan pensiun dini.

"Kalau rakyat membutuhkan kenapa tidak? Mereka berkarya di tempat kita tapi kalau ada rakyat yang membutuhkan, negara membutuhkan kenapa tidak? Kenapa saya harus halang-halangi," tutur Mulyono.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. Syafruddin menyebut anggotra TNI-Polri yang terjun ke dunia politik juga bertugas untuk kepentingan negara.

"Sama TNI, pokoknya kalau mau maju silahkan untuk kepentingan bangsa," terang Syafruddin di lokasi yang sama.

Seperti diketahui, mutasi Letjen Edy dari posisi Pangkostrad dianulir oleh Marsekal Hadi. Meski begitu, Edy tetap ingin pensiun dini agar bisa maju sebagai cagub Sumut.

"Pensiun dini adalah hak prerogatif saya. Sudah bulat hati saya untuk jadi gubernur Sumut 2018 apabila dipilih rakyat Sumut," ungkap Letjen Edy, Kamis (20/12).

Edy sudah mendapat dukungan dari sejumlah partai untuk bisa maju di Pilgub Cagub. Terakhir, PKS bersama Gerindra dan PAN mendeklarasikan dukungan untuk Ketum PSSI itu. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru