Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026
Kasus Pembunuhan Mantan Wakapolda Sumut

Warga: Orang Tak Dikenal Datang Sebelum Polisi

- Selasa, 06 Maret 2018 13:41 WIB
1.184 view
Warga: Orang Tak Dikenal Datang Sebelum Polisi
Malang (SIB)- Pengusutan kasus tewasnya mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut) Kombes (Purn) Agus Samad di Kota Malang, Jawa Timur, terus berjalan. Kepolisian terus menggali motif di balik kematian purnawirawan polisi berusia 71 tahun ini.

Salah satu tetangga korban yang namanya tak ingin disebutkan meyakini Agus tak mungkin bunuh diri. "Kalau bunuh diri kayaknya enggak mungkin. Soalnya kalau ada suara teriak pasti saya kedengaran," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Minggu (4/3).

Dia menyebut kondisi Agus sudah renta dan mudah diserang. Salah satu warga yang ikut menemukan mayat ini juga mengungkap, ada sejumlah orang tak dikenal datang ke tempat kejadian perkara sebelum polisi tiba.


"Orang orang itu pakai baju hitam-hitam. Saya kira polisi, ternyata bukan," jelasnya.

Masuknya sekumpulan orang tak dikenal ini diyakini merusak TKP. Dia menduga ini yang membuat polisi kesulitan merekam jejak saat olah TKP. Beruntung, salah satu warga mengambil foto TKP sebelum polisi datang. Foto tersebut pun bisa menjadi salah satu panduan polisi untuk memecahkan kasus ini.

Sebelum kejadian ini, diakuinya belum pernah ada kejadian kriminal di kawasan tersebut. Warga pun berembuk untuk memasang kamera pengintai di kawasan ini usai kasus Agus terjadi.

Polisi meminta keterangan terkait kasus ini kepada istri korban, Suhartutik dan anak sulung korban, Timur Dikman Sasmita. "Istri korban sudah dilakukan pemeriksaan satu kali. Anak sulung korban diperiksa dua kali," kata Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri.

Kombes Pol (Purn) Agus Samad ditemukan tewas di rumahnya Perumahan Bukit Dieng Permai blok MB-9 RT 09 RW 05 Kelurahan Pisang Sandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu, 24 Februari 2018. Mayat Agus ditemukan sejumlah warga di halaman belakang rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB dengan kondisi terikat tali rafia pada kakinya.

Pada tubuh korban terdapat juga beberapa luka sayatan di tangan kanan dan kiri korban serta luka lecet di paha belakang korban. Namun berdasarkan hasil autopsi, diketahui korban tewas disebabkan karena enam tulang rusuk sebelah kiri korban patah hingga menembus jantung.

Dari olah TKP sebelumnya, polisi juga menemukan bercak darah di ruang makan yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi penemuan mayat. Selain itu, ditemukan pula sejumlah barang bukti yakni silet dengan bercak darah, baygon dan sejumlah cairan misterius. (metrotvnews/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru