Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 29 September 2026

Masyarakat 6 Desa di Dairi Keluhkan Jalan Rusak dan Kualitas Bibit Jagung ke DPRDSU

* Ingatkan Pemkab Dairi Jangan “Anak-tirikan” Masyarakat Tanah Pinem
- Kamis, 31 Mei 2018 10:35 WIB
713 view
Masyarakat 6 Desa di Dairi Keluhkan Jalan Rusak dan Kualitas Bibit Jagung ke DPRDSU
Medan (SIB) -Masyarakat dari 6 Desa (Desa Lau Perimbon, Kempawa, Kutanangka, Dusun Liren, Desa Lau Sungsang dan Gamber) Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi mengeluhkan rusaknya jalan, kurangnya pupuk subsidi, rendahnya kualitas bibit jagung serta minimnya tenaga guru PNS di desa mereka.

Keluhan itu disampaikan perwakilan tokoh masyarakat dari 6 desa tersebut masing-masing Irwan Bangun, Bp Gres Karo-karo, Josia Pinem dan lainnya kepada anggota DPRD Sumut Siti Aminah Peranginangin ketika melakukan Reses ke Desa Lau Perimbon, yang dihadiri  perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Selasa (29/5) malam.   

"Kami masyarakat di enam desa sangat berharap kepada Pemkab Dairi untuk segera memperbaiki infrastruktur  jalan menuju desa kami, yang saat ini kondisinya rusak berat alias hancur-lebur, sehingga sangat menyulitkan masyarakat untuk mengangkut hasil-hasil pertaniannya ke ibukota kecamatan," ujar Bp Gres Karo-karo.

Seperti diketahui, kata Bp Gres, kondisi jalan menuju Lau Primbon sepanjang 12 Km ini sangat berbahaya, karena melewati perbukitan yang terjal dan terdapat sungai yang besar di dasar jurang, sehingga para pengendara harus ekstra hati-hati melintasinya.

Berkaitan dengan itu tambah Bp Gres, masyarakat sangat berharap kepada Siti Aminah menyampaikan keluhan masyarakat kepada Pemkab Dairi untuk segera dilakukan perbaikan dan hendaknya jangan sampai terjadi korban lalu-lintas baru dilakukan pengaspalan.

Sementara itu, Irwan Bangun mengeluhkan tidak berkualitasnya bibit jagung yang disalurkan pemerintah kepada masyarakat, karena tidak sesuai dengan merek atau varietas bibit yang diusulkan masyarakat, sehingga petani merugi besar, karena produksi jagung turun drastis.

Begitu juga menyangkut keberadaan pupuk bersubsidi yang sangat sulit diperoleh ketika musim pemupukan tiba. "Bagaimana petani bisa makmur dan menghasilkan panen memuaskan, jika disuguhi bibit yang tidak berkualitas serta tidak adanya pupuk bersubsidi," jelas Irwan.

Dalam kesempatan yang sama, Josia Pinem juga menyampaikan keluhan masyarakat Desa Lau Perimbon menyangkut guru PNS di SD Negeri Desa Perimbon yang hanya 2 orang, selebihnya guru honor, sehingga untuk membayar gaji guru honor, terpaksa anak sekolah dibebani membayar Rp20 ribu/bulan.

Anak Tirikan
Menanggapi keluhan masyarakat, Siti Aminah mengingatkan Pemkab Dairi agar jangan "menganak-tirikan" 6 desa yang berada di Kecamatan Tanah Pinem, segera bangun jalan "hancur-lebur" yang sudah menahun, salurkan bibit jagung sesuai permintaan masyarakat dan penuhi kebutuhan pupuk subsidi sesuai kuota yang sudah ditetapkan pemerintah.  

Menyangkut minimnya guru PNS sehingga murid-murid dibebankan untuk membayar gaji guru honor sebesar Rp20 ribu/murid/bulan, Siti Aminah berharap agar menjadi perhatian Pemkab Dairi, karena seluruh SD di Indonesia sudah menggratiskan pembayaran uang SPP. Jangan lagi bebankan siswa untuk membayar gaji guru.

Sementara itu, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Sabar Pintu Batu mengingatkan masyarakat, jika ada bantuan bibit kepada masyarakat yang tidak sesuai dengan usulan  segera kembalikan, guna diganti sesuai dengan varietas atau merek yang diinginkan masyarakat petani. (A03/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru