Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 18 Juni 2026
“Joki” di DPRD Medan Disesalkan REJOS

Para Joki Sering Menginap di Losmen Mangga Besar Raya Jakarta Pusat

- Jumat, 13 Juli 2018 10:08 WIB
8.126 view
Para Joki Sering Menginap di Losmen Mangga Besar Raya Jakarta Pusat
Medan (SIB) -Persoalan "joki" gentayangan di DPRD Medan mendapat respon dari Ketua I Relawan Jokowi  Sumut (Rejos) Poltak Simanjuntak. Dia sangat menyesalkan perjalanan dinas yang menggunakan uang rakyat bisa dipermainkan anggota dewan yang dipilih rakyat. "Di saat Sumut sedang dirundung kasus korupsi di DPRD Sumut, muncul pula dugaan korupsi modus baru di lingkungan DPRD Medan," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (10/7).

Kasus joki ini menurut dia adalah modus baru pencurian uang rakyat lewat perjalanan dinas. Betul atau tidak kasus ini, aparat penegak hukum  apakah itu KPK, kejaksaan maupun kepolisian harus turun menyelidikinya. Dia menduga kasus ini sudah melibatkan biro-biro perjalanan dan pengawasan di Bandara Kualanamu yang longgar.

"Ini harus menjadi perhatian khusus penegak hukum, terlebih KPU yang sudah mengeluarkan PKPU bahwa mantan napi koruptor tidak boleh nyaleg. Jika permasalahan joki ini benar, maka bermunculanlah koruptor-koruptor baru dari lingkungan lembaga legislatif atau koruptor terselubung," tuturnya.

Menurut dia, kejadian ini juga dikarenakan lemahnya pengawasan dari Pemko Medan, karena yang mengelola anggaran adalah Pemko. Seharusnya ada pengawasan yang ketat sehingga anggaran perjalanan dinas di DPRD Medan tidak dihambur-hamburkan.

Menginap
Salah seorang yang pernah bekerja di DPRD Medan sebagai staf, tapi tidak mau disebutkan namanya mengatakan, jika perjalanan dinas dewan ke Jakarta, para joki menginap di penginapan sejenis losmen di Jalan Mangga Besar Raya, Jakarta Pusat. Mereka biasanya antara 5-9 orang menghuni kamar seharga Rp 200.000 per malam, untuk menghemat biaya mereka patungan, satu kamar diisi tiga orang joki.

"Kejadian ini sudah berlangsung hampir di setiap periode dewan, awalnya dewan baru melaksanakan perjalanan dinas, lama kelamaan menyerahkannya ke joki, tidak semua dewan seperti itu, tapi kebanyakan menggunakan jasa joki," terangnya.

Menurut sumber  tadi,  tempat yang dituju adalah DPRD DKI, Kemendagri dan kantor-kantor kementerian lainnya. Para joki memilih menginap di Jalan Mangga Besar Raya, selain murah, tempat-tempat yang dituju cukup dekat. Jalan Mangga Besar dekat ke stasiun kereta api, cukup dengan jalan kaki. Naik kereta api listrik ke stasiun kereta api Juanda hanya 10 menit, sampai di stasiun Juanda ke  DPRD DKI cukup jalan kaki," urai narasumber tadi.

Selain itu kata dia,  sekitar hotel tersebut sebagai pusat kuliner dan hiburan, dari makanan termahal sampai termurah ada di sana. Diskotik termahal dan termurah juga ramai di sana. "Pijat plus-plus yang mahal dan murah lengkap di kawasan Jalan Mangga Besar Raya. Biasanya mereka berangkat rame-rame, 5-9 orang, ke bandara naik taksi online biar hemat. Setiap hari pasti ada joki DPRD Medan nginap di situ, apalagi ketika di DPRD Medan kosong kegiatan seperti paripurna dan RDP.

"Satu orang joki ada yang membawa 2 surat perjalanan dinas. Jika perjalanan dinas selama 5 hari, selama itulah mereka nongkrong di penginapan. Kebanyakan mereka adalah honorer, tenaga honor menurut saya sudah terlalu banyak di DPRD Medan sehingga tidak ada kerjanya, makanya mereka diberdayakan jadi joki," paparnya. (A10/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru