Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 23 Mei 2026

DPRDSU Anjurkan Kadisdukcapil Kota Medan Berguru ke Surabaya soal KTP

- Sabtu, 29 September 2018 12:41 WIB
416 view
Medan (SIB)- Ketua Komisi A DPRD Sumut HM Nezar Djoely menganjurkan Kadisdukcapil Kota Medan untuk "berguru" ke Pemko Surabaya, karena di daerah itu mengurus KTP (Kartu Tanda Penduduk) paling lama selesai dalam tiga hari. Bukan seperti di Kota Medan, untuk mengurus KTP tidak kunjung selesai hingga 6 tahun.

"Kinerja Kadisdukcapil ini sudah gagal fokus, tidak ada yang sinergis antara Kepling (kepala lingkungan), lurah, camat, Disdukcapil dan Wali Kota Medan untuk memperhatikan rakyatnya, sehingga persoalan KTP ini tidak juga kunjung tuntas,' ujar Nezar Djoely kepada wartawan, Kamis (27/9) ketika dihubungi melalui telepon menanggapi pengurusan KTP di Disdukcapil Medan 6 tahun tak selesai.

Menurut Nezar, jika hanya menyelesaikan KTP saja Kadisdukcapil Medan tidak profesional, bagaimana bisa Kota Medan bisa maju. "Dalam pengurusan KTP ini kita sangat jauh ketinggalan dengan Pemko Surabaya yang hanya dalam tempo 3 hari KTP selesai. Kalau ada masalah, paling lama satu minggu sudah tuntas," ujarnya.

Politisi Partai Nasdem ini juga merasa heran, mengapa untuk menyelesaikan KTP saja bisa sampai bertahun-tahun lamanya. Padahal semuanya sudah tersedia, termasuk blankonya. "Disdukcapil hanya mendata dan menandatangani. Kenapa begitu lama dan terkesan berbelit-belit. Ada apa ini," tanya Nezar.

Dalam persoalan ini, Nezar mendesak Wali Kota Medan untuk bertindak cepat dengan mengupdate seluruh kegiatan OPD (Organisasi Perangkat Daerahnya) secara intensif, guna mengetahui sejauhmana kepekaan para OPD dalam menyikapi kepentingan masyarakat.

"Jika seluruh perangkat daerah sinergis, mulai dari Kepling, lurah, camat dan OPD masing-masing seperti yang dilakukan Pemko Surabaya dalam memperhatikan kepentingan rakyatnya, maka seluruh persoalan akan cepat terselesaikan, tidak sampai bertahun-tahun lamanya,' tandas Nezar sembari meminta Kadisdukcapil Medan segera berguru ke Surabaya dalam masalah penyelesaian KTP ini.

Dalam kesempatan itu, anggota dewan Dapil Kota Medan ini juga menyesalkan adanya informasi untuk mengurus KTP bisa cepat selesai, jika ada dana sebesar Rp150 ribu. "Ini sudah sangat keterlaluan, pemerintah sudah mengratiskan, kenapa justru ada lagi pengutipan," sesal Nezar sembari meminta Wali Kota Medan untuk menertibkan masalah ini, jangan sampai ada pengaduan ke pihak Saber Pungli. (A03/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru