Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 26 April 2026

Pasca Ujicoba, Kualitas Jalan dengan Aspal Campuran Limbah Plastik Lebih Kuat

* Indra C Purba: Biaya Memang Lebih Mahal 5-6 Persen, Tapi Ini Misi Lingkungan Hidup
- Sabtu, 13 Oktober 2018 11:23 WIB
338 view
Medan (SIB)- Pasca ujicoba pengaspalan jalan raya dengan menggunakan aspal yang terbuat dari bahan campuran limbah plastik pada badan jalan raya lintas destinasi wisata Sipinsur Kecamatan Paranginan Kabupaten Humbang Hasundutan pada pekan lalu (3/10), kualitas jalan raya tersebut dinyatakan baik dan lebih kuat dari aspal biasa yang digunakan selama ini.

Kepala Bidang Pembangunan dan Pengujian di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)-II Medan Ir Jon Sudiman Damanik MM menegaskan, pihaknya langsung melakukan uji fisik badan jalan pasca uji coba (trial compection), antara lain dengan mengorek-congkel kembali badan jalan hasil pengaspalan pada beberapa titik tertentu dengan alat bor, untuk kemudian diteliti pada laboratorium.

"Hasil yang tampak saat ini, kualitas atau mutu jalan yang diaspal dengan bahan aspal yang terdiri atau terbuat dari campuran limbah plastik, ternyata lebih bagus dan lebih kuat. Kita bersama tim dari Balitbang Kementerian PUPR telah melakukan penelitian sampel jalan dengan aspal campuran limbah plastik ini, baik sampel dengan ketebalan, kepadatan dan tingkat campuran agregat-nya. Sementara kita yakini kualitas jalan di Sumatera Utara, khususnya kawasan Danau Toba, yang menggunakan aspal campuran limbah plastik ini, tak kalah dengan kualitas jalan yang diaspal serupa di Pulau Jawa," papar Jon Sudiman Damanik kepada pers di Medan, Kamis (11/10).  

Dia mengutarakan hal itu sehubungan realisasi uji coba tahap pertama penggunaan aspal bercampur limbah plastik yang dilaksanakan pada jalan objek wisata lintas Sipinsur Desa Lobutolong Kecamatan Lintongnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan, persis pada titik tengah yang menghubungkan jalan raya (status jalan nasional) antara simpang Bandara Silangit dan simpang Lintongnihuta.

Bersama rekannya Kepala Seksi Pengujian dan Pembangunan Jalan BBPJN-II Ir Simon Ginting, dan mitra kerjanya Indra Christian Purba SH serta Ir Togar Manurung dari PT Reskarya Medan selaku kontraktor pelaksana, Jon memaparkan pihaknya telah melaporkan hasil penelitian laboratorium pasca uji coba aspal limbah plastik itu kepada Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Jalan Nasional Kementerian PUPR di Jakarta.

"Sekarang, proses pengaspalan jalan dengan aspal berbahan baku limbah plastik sudah diteruskan ke lokasi badan jalan yang persis di objek wisata Sipinsur-Bakkara. Semula rencananya pengaspalan hanya 1,5 kilometer, tapi karena kita lihat kualitasnya bagus, kita putuskan sampai 3,5 kilometer hingga ke objek penatapan Puncak Sipinsur yang sudah dijadikan objek geosite Geopark Kaldera Toba," katanya optimis sembari memaparkan ringkas biaya penggunaan aspal berbahan limbah plastik tersebut.

Biaya penggunaan aspal berbahan campuran limbah plastik jenis 'kantongan kresek' ini, menurut Direktur Utama PT Reskarya Medan Indra Christian Purba, secara kalkulasi memang lebih besar atau lebih mahal sekitar 5 persen hingga enam persen dari biaya penggunaan aspal biasa selama ini.

"Biaya penggunaan aspal berbahan campuran limbah plastik jenis kantongan kresek ini, memang sedikit lebih mahal, antara 5 persen hingga 6 persen dari biaya aspal yang biasa. Selisih harga ini sesuai kandungan limbah plastik yang memang berkisar 5 persen hingga enam persen juga dalam campuran aspalnya. Tapi dalam hal ini bukan masalah biaya apakah jadi lebih besar atau lebih kecil. Selain masih terbilang kecil (5-6 persen), pertimbangannya dalam hal ini adalah misi pemerintah untuk menata dan mengelola produk limbah-limbah plastik kresek yang ada di Sumut untuk berdaya guna, khususnya di kawasan Danau Toba. Kelak mungkin ada teknologi yang akan membuat biaya pembuatan dan penggunaan aspal limbah plastik akan lebih murah tapi tetap lebih kuat," katanya optimis.

Penggunaan aspal yang terbuat dari campuran limbah plastik ini sebelumnya sudah terlaksana dalam pembangunan jalan-jalan nasional di sejumlah lokasi di Pulau Jawa. Hasilnya, menurut Kepala Balitbang Jalan Nasional Kementerian PUPR Satrio Sang Ranggono, begitu bagus dengan kualitas tinggi dan daya tahan yang besar, sehingga pengaspalan dengan campuran limbah plastik pada pembangunan jalan di Sumut, khususnya kawasan Danau Toba ini, merupakan pelaksanaan pertama di pulau Sumatera atau luar Jawa. (A04/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru