Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

PAN Isyaratkan Gabung ke Pemerintah, NasDem Ungkap Kekecewaannya

* PKS : Justru Kalau Pro Pemerintah Sesak
Redaksi - Jumat, 14 Februari 2020 11:03 WIB
188 view
PAN Isyaratkan Gabung ke Pemerintah, NasDem Ungkap Kekecewaannya
jambi.tribunnews.com
Ketua Umum PAN 2020-2025 Zulkifli Hasan mengisyaratkan akan bergabung ke pemerintah, dia menilai PAN bakal merugi jika masuk ke dalam kubu oposisi.
Jakarta (SIB)
Ketua Umum PAN 2020-2025 Zulkifli Hasan mengisyaratkan akan bergabung ke pemerintah, dia menilai PAN bakal merugi jika masuk ke dalam kubu oposisi. PKS menilai pandangan Zulkifli salah.

"Tiap partai punya kebijakan masing-masing. Dan PKS mengambil posisi di luar pemerintahan sebagai bagian dari cinta dan melayani negeri agar ada mekanisme check and ballances. Demokrasi Indonesia justru perlu #KamiOposisi agar pemerintah bekerja dengan benar, dan bekerja cerdas. PKS yakin insya Allah pilihan #KamiOposisi sehat dan baik bagi demokrasi Indonesia," ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Rabu (12/2) malam.

Terkait kata 'rugi' yang dipakai Zulkifli, Mardani menilai pernyataan itu keliru. Menurutnya, oposisi lah yang memiliki keuntungan dibanding pro pemerintah, hal itu bisa dilihat, lanjut Mardani dengan kebebasan ruang gerak.

"Kami justru (menilai) yang pro pemerintah sudah penuh sesak. Partai justru perlu ruang gerak yang luas. Ruang #KamiOposisi justru luas," jelasnya.

Sebelumnya, Zulkifli dalam pidato penutupan Kongres PAN menyinggung mengenai oposisi. Dia menilai PAN akan dirugikan apabila ikut menjadi oposisi seperti PKS.

"Kalau oposisi itu sudah diambil tagline-nya oleh PKS. Kalau kita ikut masuk ke situ, isu oposisi yang sudah diambil oleh itu teman kita partai itu akan sangat merugikan kita," kata Zulhas dalam sambutannya menutup Kongres PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/2).

"Oleh karena itu, kita mesti menentukan positioning kita kemudian. Dengan siapa kita mesti berteman. Paling tidak kita tidak bermusuhan dengan banyak orang," sambung dia.

Kekecewaan
Terkait sikap PAN tersebut, Partai NasDem pun mengungkapkan kekecewaannya.
"Saya sudah illfeel dengan kelakuan partai partai politik sekarang, sudah pada tidak punya kehormatan, sepertinya semua cara ditempuh demi 2024 tetap bertahan atau makin berkuasa," ujar Ketua DPP NasDem Irma Chaniago kepada wartawan, Kamis (13/2).

Menurut Irma di tahun ini partai politik tidak menjalankan sistem efektif dan tidak melakukan fungsi pengawasan ke pemerintah. Irma bahkan mengaku kecewa dengan pemerintah yang menerima partai yang semulanya oposisi menjadi koalisi saat ini.

"Terus terang saya juga kecewa pada pemerintah, karena tidak punya keinginan juga untuk menjaga iklim demokrasi dengan membiarkan partai-partai yang kalah, tetapi berada di luar dan menjadikan mereka sebagai checks and balances," tuturnya.
Menurutnya, seharusnya pemerintah tidak merasa kurang dengan koalisi sebelumnya. Dia pun memperingatkan agar pemerintah hati-hati dengan partai yang semulanya lawan menjadi teman.

"Pemerintah dengan koalisi yang begitu besar harusnya percaya diri dan tidak perlu mengambil langkah dengan memasuk kan semua lawan politik. Jangan sampai strategi kuda troya justru menghancurkan dari dalam," ucapnya. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru