Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Kemenkes akan Uji Spesimen 188 ABK World Dream dan 68 ABK di Diamond Princess

* Ma'ruf Harap Pulau Sebaru Jadi Model Cara Menangkal Penyakit Menular
Redaksi - Jumat, 28 Februari 2020 10:22 WIB
222 view
Kemenkes akan Uji Spesimen 188 ABK World Dream dan 68 ABK di Diamond Princess
Foto: Ant/HO/Dispenal
AKTIVITAS ABK: Sejumlah WNI kru kapal World Dream menyantap makanan di KRI dr Soeharso ketika menuju lokasi observasi COVID-19 Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Kamis (27/2). 
Jakarta (SIB)
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto memastikan akan melakukan uji spesimen terhadap 188 WNI anak buah kapal (ABK) World Dream yang dievakuasi dari Jepang. Terawan menyebut hasil uji spesimen akan diungkapkan secara terang-terangan.
"Ya belum (Ke Balitbangkes). Nanti hasilnya juga kita ungkapkan. Tidak ada yang tersembunyi buat kita. Kita memang mengemukakan apa adanya," kata Terawan kepada wartawan di kantor Kemenko PMK di Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (27/2).
Selain 188 WNI ABK World Dream, Terawan akan melakukan uji spesimen terhadap 68 ABK Diamond Princess. Uji spesimen tersebut, menurutnya, akan dilakukan dengan efektif.

"Coba bayangin sekarang aja 188 ABK kita periksa spesimennya, kita langsung cek semua dia tanpa sakit atau sakit semua dicek. Ini melebihi jumlah spesimen yang selama ini dikirim 134. Kalau ditambah 68, (maksudnya yang ABK Diamond Princess), maka banyak. Jadi kita harus efektif mana yang harus diperiksa," ujarnya.

Terawan menyatakan ungkapan syukurnya karena sampai dengan saat ini Indonesia negatif dari virus mematikan tersebut. Terawan tidak peduli terhadap pernyataan-pernyataan liar soal keraguan tidak adanya Corona di Tanah Air.

"Kalau untuk negatif sampai detik ini ya memang anugerah. Menurut saya, berkah dari Yang Maha Kuasa, tidak bisa dimungkiri. Orang boleh menyangsikan, terus gimana caranya lho memang hasilnya begitu," ujarnya.

Lebih Lengkap
Di pihak lain, Direktur Pengelolaan Logistik dan Perencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian menyebut, fasilitas observasi untuk WNI yang tersedia di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, lebih lengkap dibanding dengan yang ada di Natuna. Rustian menyebut persiapan yang dilakukan di Pulau Sebaru Kecil juga lebih baik.

"InshaAllah persiapan di Pulau Sebaru ini lebih baik dan juga fasilitas jauh lebih lengkap dibanding Natuna," ujar Rustian di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Rustian mengatakan untuk observasi itu, disediakan kamar tidur dan ranjang. Sehingga 188 WNI yang diobservasi merasa lebih nyaman.

"Kalau sekarang ini tempat tidur ya kan. Jadi jauh lebih nyaman dibandingkan dengan Natuna dan juga ini kamar-kamar yang sudah tersekat-sekat," ucap dia.

Dari pantauan di lokasi, ada empat gedung yang digunakan sebagai kamar tidur 188 WNI ABK World Dream. Tiga gedung digunakan untuk laki-laki dan satu untuk perempuan.

Kamar-kamar yang nantinya akan digunakan oleh WNI ABK World Dream juga sudah diberi nama masing-masing WNI. Sehingga, ketika datang mereka bisa langsung menempatinya.

Selain itu, fasilitas internet dan jaringan WiFi juga akan dipasang untuk menunjang komunikasi di Pulau Sebaru.
"Kita mau pasang BTS Telkomsel dan juga WiFi. Jadi nanti semua yang dipakai ini akan bisa memakai fasilitas WiFi," kata dia.

Jadi Model
Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai Pulau Sebaru, merupakan lokasi yang aman untuk observasi 188 WNI anak buah kapal (ABK) World Dream. Sebab, Pulau Sebaru merupakan pulau kosong yang tak berpenduduk.

"Ya tidak kurang daripada itu, ini kan lebih aman (dari Natuna) karena pulaunya pulau kosong, tidak berpenduduk," kata Ma'ruf di Pangkal Pingang, Bangka Belitung.

Selain itu, Ma'ruf mengatakan Pulau Sebaru sudah dilengkapi fasilitas. Pulau Sebaru sebelumnya merupakan tempat rehabilitasi narkoba sehingga fasilitas telah tersedia.

"Saya kira sudah dipersiapkan, fasilitasnya sudah, itu kan dulu pernah jadi tempat rehabilitasi narkoba jadi sudah ada, cuma dia lebih dilengkapi dan diperkuat," kata Ma'ruf.

"Hari ini Panglima TNI-Kapolri juga ke sana, jadi keamanannya kemudian juga sudah disiapkan," sambungnya.
Ma'ruf berharap Pulau Sebaru akan menjadi model untuk dalam pencegahan penyakit menular. "Kita harapkan ini merupakan salah satu model cara kita menangkal penyakit menular," tuturnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, yang dijadikan tempat observasi 188 WNI anak buah kapal (ABK) World Dream sudah sesuai dengan standar WHO. Standar itu meliputi alat kesehatan hingga lokasi yang tidak mudah dijangkau oleh publik.

"Pemeriksaan kita lakukan sesuai dengan protokol kesehatan WHO, sesuai aturan saja. Apabila ada kedaruratan kita siapkan transportasi laut atau udara," ujar Hadi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Hadi mengatakan saat ini persiapan untuk menyuplai kebutuhan logistik di Pulau Sebaru sudah 85 persen. Dia juga meminta personel Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) dari TNI Polri, Kementerian, dan Lembaga bekerja lembur dalam menyiapkan kebutuhan penunjang lokasi observasi. (detikcom/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru