Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Hadir Sebagai Saksi, Bupati Madina Akui Sebagai Penggagas Pembangunan Objek Wisata TRB dan TSS

Redaksi - Jumat, 28 Februari 2020 10:27 WIB
302 view
Hadir Sebagai Saksi, Bupati Madina Akui Sebagai Penggagas Pembangunan Objek Wisata TRB dan TSS
Foto SIB/Rido Adeward Sitompul
SAKSI: Bupati Madina Dahlan Nasution (baju putih) hadir sebagai saksi di persidangan kasus dugaan korupsi pembangunan objek wisata TRB dan TSS di PN Medan, Kamis (27/2). 
Medan (SIB)
Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution, menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan objek wisata Taman Raja Batu (TRB) dan Tapian Siri-siri Syariah (TSS), di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (27/2).

Bupati memberikan kesaksian untuk terdakwa, Syahruddin selaku Plt Kadis PUPR Madina, Hj Lianawaty Siregar dan Nazaruddin Sitorus selaku PPK.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim diketuai Irwan Effendi, Bupati Dahlan menjelaskan perihal keberadaan bangunan TRB dan TSS. Ia menyebut, dialah yang menggagas kedua objek wisata tersebut.

"Saya sendiri yang membuat nama Tapian Siri-siri Syariah dan ide dasarnya dari saya. Pengerjaannya dimulai tahun 2015," katanya.
Dahlan menjelaskan, anggaran pembangunannya ditampung di APBD tahun 2016 dan hingga saat ini bangunan masih berfungsi dan digunakan untuk berbagai acara pemerintahan Pemkab Madina. "Bertahun-tahun tempat itu digunakan untuk buat acara," tegas bupati.

Diungkapkannya, pemilihan tempat kedua objek wisata dikarenakan tanahnya sudah lama terlantar dan kebetulan berdekatan dengan komplek perkantoran Bupati Madina.

Selama dua bulan, kata bupati, alat berat dikerahkan mengerjakan bangunan itu. "Alat berat dipakai untuk TSS sebelum Maret 2016. Untuk TRB saya tidak tahu. Saya tidak tahu ada penunjukan atau pengadaan langsung," ujarnya. Dia juga tidak mengetahui, apakah ada alat berat dianggarkan pada R-PABD 2016.

Usai memberikan keterangan, bupati langsung keluar dari belakang Pengadilan Negeri Medan, tempat biasanya keluar masuk mobil tahanan.

Saat diikuti sejumlah wartawan, bupati berjalan cepat menuju mobil yang sedang menunggunya di pintu belakang PN Medan. Ia enggan berkomentar saat ditanyai awak media. (M14/f)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru