Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Kabareskrim: Jangan Biarkan Kelompok Anti-Pancasila Eksis di Pilkada 2020

* Bentuk Satgas Money Politics, Polri akan Telusuri Sumber Dana Paslon
Redaksi - Jumat, 28 Februari 2020 11:15 WIB
192 view
Kabareskrim: Jangan Biarkan Kelompok Anti-Pancasila Eksis di Pilkada 2020
news.detik.com
Kabareskrim  Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai kelompok anti-Pancasila dalam mengamankan Pilkada Serentak 2020. Kelompok tersebut, kata dia, selalu mengambil peran dalam konflik Pemilu beberapa
Jakarta (SIB)
Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai kelompok anti-Pancasila dalam mengamankan Pilkada Serentak 2020. Kelompok tersebut, kata dia, selalu mengambil peran dalam konflik Pemilu beberapa tahun belakangan.

"Hal yang menarik adalah setiap kegiatan tersebut, setiap isu tersebut, ada kelompok tertentu yang selalu ikut ambil bagian. Kelompok itu adalah kelompok yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila," kata Listyo di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (27/2).

Hal itu disampaikan Listyo dalam Pelatihan Penanganan Tindak Pidana Pemilihan dan Sistem Laporan Gakkumdu Pemilihan 2020 yang diikuti jajaran kepolisian di daerah. Dia awalnya berbicara soal beberapa kasus konflik, dari Pilkada DKI Jakarta, rasisme di Papua, hingga protes revisi UU KPK.

Listyo menyebut saat ini kelompok anti-Pancasila itu masih mencari 'induknya'. Kelompok tersebut tidak bergabung dengan kelompok nasionalis ataupun agamis.

"Jadi kelompok ini yang kemudian berusaha untuk mencari induk, ini yang rekan-rekan harus waspadai. Sekali lagi jangan biarkan kelompok tertentu, saya tekankan jangan biarkan kelompok tertentu yang ideologinya bertentangan dengan Pancasila untuk memanfaatkan momen untuk kembali eksis, ini betul-betul diperhatikan. Banyak sekali yang bisa dimanfaatkan dan ini mereka bisa masuk," imbuhnya.

Dia juga meminta jajaran kepolisian di daerah bertindak cepat mengatasi potensi konflik horizontal. Dia memastikan Mabes Polri juga akan membantu jajaran di daerah yang punya kerawanan tinggi.

"Kemudian terhadap potensi konflik yang ada secara tuntaskan, utamanya yang nantinya akan berdampak terhadap konflik horizontal karena apa potensi kerawanan berada di daerah, tentunya pasukan tetap juga nggak terbatas karena di pecah-pecah," kata dia.
Listyo juga menekankan agar anak buahnya menjaga netralitas dalam Pilkada 2020. Dia menilai Pilkada yang diikuti oleh mantan anggota Polri akan menjadi sorotan.

"Ini pesan dari Pak Kapolri, tolong kita betul-betul netral dalam Pilkada 2020, khususnya terhadap yang wilayahnya ada calon dari Polri, mungkin juga ada calon saudara kawan kita, kalau rekan-rekan berhadapan dengan yang tersebut tolong netral karena rekan-rekan akan disorot," pungkasnya.

Telusuri
Dalam kesempatan itu, Listyo memerintahkan jajarannya kepolisian di daerah untuk membentuk Satgas Money Politics menjelang Pilkada Serentak 2020. Satgas tersebut ditugaskan menangani kasus politik uang dan menelusuri sumber dana peserta Pilkada.
"Mulai dari sekarang bentuk Satgas Anti-Money Politics atau Satgas Money Politics untuk melakukan tracking, kira-kira para pasangan calon ini mencari sumber dana dari mana, tracking dari sekarang," kata Listyo.

Listyo menyatakan tindakan politik uang itu diprediksi masih marak di Pilkada 2020. Dia juga mengingatkan tindakan politik uang itu bisa ditangani menggunakan UU lain selain UU Pemilu.

"Sehingga ini sangat bermanfaat pada saat nanti rekan-rekan menghadapi proses di mana biasanya tren money politics ini akan akan dimainkan lagi. Jadi bisa diselesaikan dengan menggunakan tindak pidana yang lain silakan," ucapnya. (detikcom/f)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru