Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

11 Upaya PT Angkasa Pura II Antisipasi Penyebaran Corona di Bandara

* Pelindo I dan ASDP Perketat Pengawasan
Redaksi - Jumat, 06 Maret 2020 11:46 WIB
161 view
11 Upaya PT Angkasa Pura II Antisipasi Penyebaran Corona di Bandara
liputan6.com
President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan langkah antisipatif mencegah masuknya virus Corona sudah dijalankan PT Angkasa Pura II dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan sejak awal Januari 2020.
Jakarta (SIB)
Dua warga negara Indonesia positif virus corona atau Covid-19. Untuk mencegah makin menyebarnya virus Corona di Indonesia, PT Angkasa Pura II (Persero) memiliki beberapa program untuk diterapkan di seluruh bandara yang dikelolanya.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan langkah antisipatif mencegah masuknya virus Corona sudah dijalankan PT Angkasa Pura II dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan sejak awal Januari 2020. Hal ini seiring dengan terbitnya Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan pada 3 Januari 2020.

"Sejak awal Januari 2020, PT Angkasa Pura II bersama dengan KKP di bandara melakukan koordinasi intensif agar maksimal dalam mencegah masuknya virus Corona. Kami sadar bahwa bandara adalah pintu masuk utama negara sehingga pengawasan harus diperketat," ujar Awaluddin dalam keterangan tertulis (5/3).

Upaya pencegahan terus dilakukan hingga kini di 19 bandara bandara PT Angkasa Pura II. Berikut upaya PT Angkasa Pura II menangkal penyebaran virus Corona ke Indonesia:

1. Mengaktifkan Thermal Scanner
Sebelum menaiki pesawat, suhu tubuh penumpang pesawat dipindai terlebih dahulu menggunakan thermal scanner. Apabila ada penumpang dengan suhu di atas 38 derajat celcius maka akan ditangani lebih lanjut. Proses ini dilakukan di terminal penumpang pesawat.

2. Melengkapi Personil dengan Thermo Gun
Thermo gun fungsinya sama seperti thermal scanner yakni untuk memindai suhu tubuh penumpang pesawat. Kelebihannya thermo gun bersifat mobile atau mudah dibawa kemana-mana.

3. Melakukan Surveillance Syndrome
Pemantauan oleh personil berkepentingan untuk menemukan apakah ada penumpang pesawat yang terjangkit Corona. Langkah ini merupakan kelanjutan setelah pemindaian suhu tubuh.

4. Memperbanyak Hand Sanitizer di Bandara
PT Angkasa Pura II menyediakan lebih banyak hand sanitizer (cairan pembersih tangan) di terminal untuk penumpang pesawat, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta. Perilaku hidup bersih dapat membantu mencegah penumpang terjangkit virus Corona.

5. Pembagian Masker Secara Berkala ke Komunitas Bandara
Guna mencegah penyebaran virus Corona, PT Angkasa Pura II bekerja sama dengan berbagai instansi untuk membagi-bagikan masker kepada penumpang pesawat dan komunitas lainnya di bandara.

6. Simulasi Penanganan Penumpang yang Terinfeksi Corona
Simulasi penanganan apabila ada penumpang pesawat yang terjangkit Corona juga dilakukan bersama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan lengkap dengan berbagai peralatan sesuai standar.

7. Membentuk Komite Nasional Fasilitasi Udara (FAL Udara)
Guna meningkatkan koordinasi di antara stakeholder penerbangan dalam upaya mencegah penyebaran Corona, PT Angkasa Pura II membentuk Komite FAL sesuai dengan Annex 9 ICAO.

8. Mengaktifkan Posko Siaga Monitoring Waspada
Per tanggal 31 Januari 2020, tepatnya setelah World Health Organization (WHO) menyatakan virus Corona sebagai Public Health Emergency, pihak bandara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan posko siaga wabah Corona yang dilengkapi dengan peralatan medis, CCTV, dan sistem teknologi terkini untuk mempercepat respons dalam menanggulangi atau mencegah penyebaran Corona.

9. Menetapkan Prosedur Penanganan Pesawat yang Mengangkut Penumpang Terjangkit Corona
Bandara Soekarno-Hatta memiliki rencana berkelanjutan apabila ada laporan dari pilot mengenai adanya penumpang yang terjangkit Corona, maka pesawat akan ditempatkan di area isolasi (apron) di sisi udara, setelah mendarat di Bandara Soetta.
Kemudian Emergency Center Operation akan diaktifkan, Mobile Command Post digunakan, dan ambulans dari rumah sakit akan diberi akses ke area isolasi dipandu oleh Aviation Security dan personil Apron Movement Control (AMC).

10. Menghentikan Penerbangan Indonesia-China dan Sebaliknya
Untuk saat ini, rute penerbangan Indonesia - China atau sebaliknya telah dihentikan. Berlaku sejak 5 Februari 2020 pukul 00.00. Setiap pekan, terdapat 16 izin rute penerbangan dengan 143 pergerakan pesawat langsung ke China melalui Bandara Soekarno-Hatta.

11. Health Alert Card untuk Penumpang Pesawat
Ketika tiba di bandara, para penumpang diminta untuk mengisi form Health Alert Card untuk proses screening. Selain itu, penumpang yang berada di dalam pesawat. Kartu ini disimpan selama 14 hari dan dalam kurun waktu tersebut apabila terdapat keluhan batuk, pilek, atau sesak, maka harus segera diperiksakan ke dokter.

Perketat
Sementara itu, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi terhadap penyebaran virus Corona (COVID-19) ke Indonesia melalui Pelabuhan Internasional di lingkungan Pelindo I. Seluruh cabang pelabuhan di lingkungan Pelindo I telah berkoordinasi secara intensif dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan/Dinas Kesehatan setempat.

Pelindo I dan Dinkes setempat melakukan pemeriksaan bersama kepada penumpang embarkasi dan debarkasi di masing-masing cabang pelabuhan, melakukan pengawasan crew/awak kapal asing yang sandar di cabang pelabuhan dan memperketat pengawasan dan kontrol terhadap seluruh kegiatan operasional khususnya di Pelabuhan Internasional.

"Di beberapa areal terminal penumpang Pelindo I telah dipasang alat scanner untuk mendeteksi suhu tubuh sebagai antisipasi penyebaran virus corona, seperti di Terminal Penumpang Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun dan Dumai. Pemantauan dan pemeriksaan penumpang dimulai dari dermaga hingga ke pintu masuk dan keluar," ujar VP Humas Pelindo 1, Fiona Sari Utami, dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3).

"Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga akan terus bersiaga dan berkoordinasi secara intensif dengan Pelindo I di seluruh terminal penumpang internasional," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Fiona, kegiatan pemeriksaan kepada crew/awak kapal di cabang pelabuhan internasional juga semakin ditingkatkan.
"Petugas KKP melakukan pemeriksaan intensif sebelum kegiatan bongkar muat dilaksanakan, di mana kegiatan pemeriksaan ini tidak saja dilakukan pada saat isu virus corona mewabah, namun kegiatan rutin yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di pelabuhan. Selain itu, para petugas lapangan baik di terminal penumpang maupun di dermaga telah diimbau untuk menggunakan masker," terangnya.

Sebagai informasi, cabang pelabuhan Pelindo I yang memiliki terminal penumpang internasional yaitu cabang Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Dumai dan Tanjung Balai Asahan. Sementara pelabuhan yang melayani kargo impor yaitu Pelabuhan Belawan, TPK Belawan, Perawang, Kijang, Dumai dan Lhokseumawe. Layanan terminal penumpang internasional yang masuk melalui cabang pelabuhan ini berasal dari Singapura dan Malaysia (Johor, Selat Panjang, Malaka dan Port Klang). Sementara untuk negara asal cargo (impor) pada umumnya berasal dari negara Singapura, Malaysia, Vietnam, Myanmar, India dan China.

ASDP
Demikian juga pengawasan pelabuhan diperketat seiring wabah virus Corona yang sudah masuk ke Indonesia. Langkah yang dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ini agar tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang terjangkit virus berbahaya dari Wuhan, China, tersebut.

Pengetatan pengawasan di lingkungan pelabuhan merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Kementerian BUMN nomor SE-1/MBU/03/2020 tentang Kewaspadaan terhadap Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

"Kami sangat concern dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 ini. Tentu kami meminta kerja sama seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan, untuk meminimalisir potensi terjadinya penularan, khususnya di ruang publik," tutur Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Imelda Alini dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3).

Ia melanjutkan langkah mitigasi penyebaran virus Corona ini terbagi menjadi dua target, yakni untuk pihak eksternal (penumpang kapal) dan pihak internal (ASDP). Di eksternal, ASDP akan memberikan masker di pelabuhan, pengecekan suhu tubuh, penempatan hand sanitizer (pembersih tangan), penyemprotan desinfektan, dan sosialisasi pencegahan melalui media luar berupa banner, spanduk, dan media sosial.

Sementara untuk internal akan dilakukan pengecekan kepada karyawan dengan mengecek suhu tubuh setiap masuk kantor, penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor, dan membentuk tim tanggap bencana virus untuk penanganan cepat tanggap apabila ada karyawan atau tamu kantor yang terdeteksi terjangkit virus Corona.

ASDP juga bekerja sama dengan instansi kesehatan seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Puskesmas, dan RSUD terdekat untuk pemasangan alat pendeteksi tubuh dan sosialisasi pencegahan Corona di lingkungan pelabuhan. (detikcom/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru