Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026
Antisipasi Corona

Korut akan Tembak Mati Warga China

* Israel Tutup Kota Betlehem, Vatikan Ungkap Kasus Pertama Virus Corona
Redaksi - Sabtu, 07 Maret 2020 09:45 WIB
237 view
Korut akan Tembak Mati Warga China
Tripadvisor
TEMBAK MATI : Pemerintah Korut yang dipimpin Kim Jong Un (kiri) lewat pemberitahuan tertulis yang dirilis Pemerintah China akan menembak mati warga negara China yang melanggar Sungai Yalu,perbatasan kedua negara (kanan) demi mencegah penyebaran v
Seoul (SIB)
Otoritas China memperingatkan warganya untuk menjauhi perbatasan dengan Korea Utara, yang telah melarang orang-orang dari China untuk masuk ke wilayahnya demi mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19. Warga China yang mendekati perbatasan berisiko ditembak oleh penjaga Korea Utara. Warga daerah perbatasan mengatakan, peringatan itu disampaikan melalui pemberitahuan tertulis yang dirilis Pemerintah China pekan ini. Peringatan tersebut menjadi indikasi terbaru tentang seberapa serius Korea Utara menangani ancaman virus tersebut.

China dan Korea Utara berbagi perbatasan sepanjang 1.400 km yang mudah dilintasi, terutama di musim dingin, ketika sungai yang memisahkan negara membeku, memungkinkan orang untuk menyeberang. Warga kota Jian dan Baishan di China diperingatkan bahwa orang-orang yang berada terlalu dekat dengan perbatasan mungkin akan ditembak. Hal itu disampaikan oleh tiga orang yang menerima pemberitahuan tersebut, sebagaimana dikonfirmasi Reuters.

"Kami diberitahu bahwa kami mungkin akan terbunuh jika terlalu dekat dengan daerah perbatasan,” kata seorang pemilik restoran di Jian yang tidak mau disebutkan namanya. Kota Jian dipisahkan dari Korea Utara oleh Sungai Yalu.

Menurut pemberitahuan yang dikeluarkan pekan ini, warga dilarang memancing, merumput, atau membuang sampah di dekat sungai tersebut. Korea Utara telah meminta China untuk memperketat kontrol perbatasan agar warga negaranya tidak tertembak dan terbunuh ketika Korea Utara menaikkan penilaian ancaman virus corona ke level tertinggi, katanya.

"Organ-organ keamanan publik akan memantau perbatasan 24 jam sehari dan siapa pun yang ditemukan akan menghadapi penahanan administratif" oleh polisi China, demikian disampaikan pihak berwenang dalam pemberitahuan itu. "Pelanggar akan ditembak," tambah pemberitahuan tersebut, yang berarti oleh penjaga perbatasan Korea Utara.

Seorang pejabat propaganda Jian, yang menolak disebutkan namanya, dikonfirmasi melalui telepon bahwa kantor kontrol perbatasan kota mengeluarkan peringatan serupa dalam sebuah pesan teks.

Tidak diketahui apakah kota-kota lain juga mengeluarkan peringatan seperti itu, sementara Kementerian Luar Negeri China belum memberikan komentarnya. Pada Januari, Korea Utara mengatakan kepada agen-agen perjalanan bahwa mereka menutup perbatasannya untuk para pelancong dari China, memotong salah satu dari sedikit sumber pendapatan eksternal negara itu.

Tidak jelas berapa banyak perdagangan antara kedua negara yang berlanjut, tetapi sumber-sumber yang bekerja di dekat perbatasan mengatakan banyak perdagangan resmi dan tidak resmi terpengaruh. Aktivis yang bekerja dengan para pengungsi Korea Utara mencoba untuk pergi melalui China mengatakan, penutupan perbatasan telah membuat perjalanan yang sebelumnya sudah berbahaya hampir mustahil dilakukan.

Bethlehem Ditutup
Sementara itu, Otoritas Israel menutup (lockdown) kota Bethlehem setelah otoritas Palestina mengonfirmasi adanya kasus virus corona di wilayah tersebut. Penutupan ini berlaku bagi seluruh warga Israel dan Palestina. Seperti dilansir AFP, Jumat (6/3), langkah ini diumumkan Israel setelah otoritas Palestina mengonfirmasi tujuh warganya positif virus corona di kota Bethlehem, Tepi Barat, Yerusalem bagian selatan.

Otoritas Palestina juga mengumumkan pemberlakuan masa darurat selama 30 hari. Tidak hanya itu, otoritas Palestina juga memberlakukan larangan turis selama dua pekan ke depan untuk wilayah Tepi Barat dan membatalkan perkumpulan yang dihadiri banyak orang.

Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan penutupan terhadap Bethlehem dalam pernyataannya pada Kamis (5/3) waktu setempat. Diketahui bahwa Israel menguasai seluruh akses masuk ke Tepi Barat, namun pemerintah Palestina memiliki otonomi terbatas di kota-kota yang ada di wilayah itu.

"(Seluruh warga Israel dan Palestina) Dilarang masuk atau meninggalkan kota (Bethlehem)," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Israel. Ditambahkan Kementerian Pertahanan Israel bahwa keputusan untuk menutup kota Bethlehem ini diketahui oleh Palestina. "Dengan koordinasi bersama Otoritas Palestina," imbuh pernyataan itu. Tidak disebutkan lebih lanjut berapa lama penutupan kota Bethlehem akan dilakukan. Diketahui bahwa otoritas Israel sejauh ini mengonfirmasi 17 kasus virus corona di wilayahnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa kasus pertama virus corona terdeteksi di sebuah hotel di area Bethlehem. Tujuh warga Palestina yang dinyatakan positif virus corona merupakan pegawai hotel tersebut. Mereka diyakini tertular dari rombongan turis asal Yunani yang menginap di hotel itu pada akhir Februari lalu. Dua turis di antaranya dinyatakan positif virus corona usai pulang ke Yunani.

Usai pengumuman itu, otoritas Palestina melarang masuknya turis asing selama 14 hari ke depan dan melarang mereka menginap di hotel-hotel di Tepi Barat, khususnya Bethlehem. Palestina juga menyerukan penutupan institusi pendidikan, masjid-masjid dan gereja-gereja di area Bethlehem selama dua pekan.

Perdana Menteri (PM) Palestina, Mohammed Shtayyeh, menyatakan bahwa seluruh perjalanan antar wilayah (governorate) yang tidak memiliki izin khusus, akan dilarang. COGAT, badan Israel yang bertanggung jawab atas seluruh aktivitas warga sipil di wilayah Palestina, menyatakan pihaknya 'tengah bekerja sama dengan erat dengan Otoritas Palestina' untuk membendung penyebaran virus corona.

Sementara itu, Gereja Church of the Nativity yang ada di Bethlehem juga ditutup sementara, setelah orang-orang yang terinfeksi virus corona diyakini sempat mengunjungi gereja itu. "Orang-orang yang terdampak corona datang mengunjungi gereja. Gereja akan ditutup selama 14 hari dan akan disemprot antiseptik," tutur rohaniawan senior gereja tersebut, Asbed Balian.

Ungkap
Pada kesempatan lain, Vatikan melaporkan kasus infeksi virus corona pertama pada Jumat (6/3). Pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19. Juru bicara Matteo Bruni mengatakan, saat ini mereka telah menangguhkan layanan rawat jalan di klik kesehatan Vatikan.

Rencananya klinik di negara kecil dengan 1.000 penduduk akan ditutup sementara untuk dibersihkan menggunakan disinfektan. Sementara layanan gawat darurat akan tetap dibuka untuk merespons potensi laporan infeksi corona.

Klinik tersebut kerap digunakan oleh para pastor, penghuni, dan karyawan (termasuk yang sudah pensiun), dan keluarga mereka untuk pengobatan. Sesuai protokol, Bruni mengatakan Vatikan berupaya menghubungi semua orang yang sempat melewati klinik. Departemen Kesehatan saat ini tengah berupaya menyampaikan informasi ini kepada pemerintah Italia.

Sebelumnya kabar hoaks yang menyebut Paus Fransiskus menderita virus corona secara tegas dibantah oleh Vatikan. Pemimpin umat Katolik sedunia itu sempat terlihat menutup hidung dan batuk selama memimpin kebaktian pada Rabu (26/2). Namun, pada hari yang sama Vatikan langsung menepis spekulasi bahwa Fransiskus terinfeksi Covid-19.

Di Eropa, Italia menjadi pusat penyebaran virus corona dengan 3.858 kasus dengan 148 kematian. Sekitar 351 warga dinyatakan dalam kondisi serius dan 414 lainnya dinyatakan sembuh. Hingga Jumat (6/3) jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona di seluruh dunia mencapai 3.348 dan sekitar 53.769 dinyatakan sembuh. Penyakit serupa SARS tersebut tercatat sudah menginfeksi 97.885 orang di seluruh dunia. (Okz/detikcom/CNNI/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru