Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Pedagang Kuliner dan Warga Medan Ngeluh Harga Gula Pasir Meroket

Redaksi - Sabtu, 07 Maret 2020 10:40 WIB
334 view
Pedagang Kuliner dan Warga  Medan Ngeluh Harga Gula Pasir Meroket
tempo.co
Ilustrasi
Medan (SIB)
Para pedagang makanan dan minuman di Medan mengeluhkan harga gula pasir melonjak dari Rp 11.500 menjadi Rp 17.000 per kilogram sejak tiga pekan lalu. Selain kenaikan harga, stok gula juga disebut kosong, kalau pun ada stok di minimarket pembelian dijatah 2 kg per orang.

Menurut pantauan SIB di kawasan Jalan Brigjen Katamso Medan, Jumat kemarin, umumnya pedagang makanan dan minuman ini mengeluhkan harga gula pasir yang harganya terus meroket sejak tiga pekan lalu.

“Kami benar-benar kecewa, harga gula pasir tidak semanis rasanya. Hampir semua minimarket di sejumlah kawasan di Medan sulit ditemukan stok penjualan gula pasir. Pada kosong, kalau pun ada pembelian dijatah 2 Kg per orang,”ujar Imah, salah satu pemilik warung makanan dan minuman di Jalan Brigjen Katamso Medan kepada SIB, Jumat.

Sementara itu Yusnah, ibu 3 anak mengatakan, karena adanya penjatahan beli 2 kg per orang, maka dia membawa 3 anaknya sehingga mereka bisa mendapat 8 Kg sekaligus.

Tapi karena pembelian laris manis sehingga stok gula yang dijual di minimarket cepat habis.

Ketika dicek SIB di salah satu minimarket, stok gula memang benar-benar habis. Namun pekerja di tempat itu kurang bisa menjelaskan kapan stok gula tersedia lagi.

Rini, nama pekerja di minimarket itu mengakui, stok gula yang dijual dalam tiga pekan ini sangat laris manis. Hampir setiap hari banyak yang datang mencari gula.Ada dibeli.

Sejumlah pedagang yang ditanyai secara terpisah menduga ada permainan dalam perdagangan gula pasir. “Bisa jadi ada yang menimbun stok gula mengingat menjelang bulan puasa banyak yang membutuhkan gula. Bayangkan dalam tiga pekan ini harganya meroket”, ujar pria bermarga Sitorus, pedagang grosir gula pasir kepada SIB.

Menurutnya, harga gula pasir meroket yang biasanya pembelian per goni ukuran 50 Kg seharga Rp 500.000 tiga pekan lalu, namun naik menjadi Rp 728.000, naik lagi menjadi Rp 780.000. “Entah bagaimana sudah sepekan ini stok 5 goni tidak pernah di antar lagi ke tempat saya.Hanya janji-janji melulu,ujar Sitorus serius.

Menurutnya, stok gula pasir yang dijualnya saat ini semakin menipis sehingga dia aktif mencari pada pihak lain untuk kebutuhan stok jual gula pasirnya ke depan.

Dia sependapat dengan para pedagang lain, ada indikasi penimbunan stok gula pasir, karena itu dia berharap pemerintah menaruh perhatian akan kebutuhan masyarakat terutama gula pasir.

Sementara itu pihak Bulog Divisi Regional Sumut ketika ditanya juga menyatakan hal sama, stok gula di gudang Bulog kosong. Sudah sebulan ini, kosong gula pasir di gudang kami,ujar seorang pejabatnya kepada SIB sambil menyebutkan, gula pasir Bulog selama ini didatangkan dari Lampung. (M2)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru